Isi PiringkuJanuari 2019

Binte Gorontalo yang Gurih dan Bergizi

Ingat jagung selalu terbayang kota-kota di Sulawesi seperti Gorontalo (Sulawesi Utara) dan Palu (Sulawesi Tengah). Jenis buah biji-bijian (grain) tersebut memang produksinya super melimpah di sana. Sebagai salah satu bahan pangan pengganti nasi, jagung sangat mudah diolah menjadi bermacam varian makanan lezat bergizi.

“Jagung khas Gorontalo disebut pulut atau jagung ketan karena memiliki warna, rasa, dan tekstur yang berbeda dari jagung yang biasa dikonsumsi masyarakat. Jagungnya itu putih, kecil-kecil,” papar salah satu pengelola kegiatan Unit Kesehatan Sekolah Dinkes Kabupaten Gorontalo Rahmiyanti saat ditemui Mediakom beberapa waktu lalu.

Rasanya yang gurih dan manis oleh warga Gorontalo cocok dipadukan dengan beragam makanan lainnya. Mulai dari urap daun papaya dicampur udang rebon, dibuat sup binte (sup jagung) atau lebih dikenal sebagai Milu Siram di Kota Palu.

Kaprodi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) SMKN 2 Kabupaten Gorontalo, Femmy Abdullah menambahkan, binte di Gorontalo dan Palu sejatinya mempunyai resep sama, perbedaannya hanya terletak pada bahan jagungnya.

Kekhasan sup binte asal Gorontalo, diakuinya terletak pada bumbu dan bahan-bahan lokalnya. Panganan yang banyak tersedia di hampir tiap sudut Kota Serambi Madinah ini memanfaatkan jagung ketan (pipilan), ikan bakar cakalang yang telah disuwir, daun bawang, bawang goreng, garam, gula kecap, sambal cabe rawit, kelapa parut, minyak kelapa, jeruk nipis, daun kemangi, dan air matang.

Olah Pangan Jagung oleh Siswa SMKN 2 Gorontalo

Surplus jagung tahun 2017 lalu di Gorontalo yang mencapai 1,5 juta ton membuat para pengajar TPHP di SMKN 2 Gorontalo melihat potensi besar olah pangan. Menilik kandungannya, dalam 100 gram jagung terkandung 140 kalori, sedangkan 100 gram nasi putih memiliki kalori sebanyak 175 kalori. Sementara, satu jagung rebus mengandung sekitar 90 kalori.

Dilansir dari hellosehat.com, jagung merupakan salah satu makanan kaya serat, baik serat larut dan tidak larut. Manfaat serat larut dapat membantu memblokir penyerapan kolesterol. Mengonsumsi jagung juga mampu membuat buang air besar lebih lancar, menghindarkan dari masalah sembelit, wasir, hingga kanker usus besar.

“Dari informasi gizi tersebut, tim menyepakati binte juga dapat diubah menjadi tepung pati jagung alias tepung maizena,” jelas Femmy. Tepung jagung yang dibanderol seharga Rp 30 ribu per 200 gram tersebut kemudian dikreasikan berbagai kue kering, seperti panada tore, cheese stick sampai bagea. Ada pula nugget jagung beku yang dipersembahkan untuk para vegetarian. Variasi resep kue panada kering ala SMKN 2 Gorontalo kaya protein hewani karena menggunakan abon ikan sebagai isian mirip dengan pastel.

Bumbu adonannya pun bebas bahan pengawet, di antaranya bawang putih, bawang merah, kemiri, garam, dan cabai merah sangrai. Bahan kulitnya terdiri dari tepung jagung, telur ayam kocok lepas, garam, ragi instan, dan air hangat.

“Per hari kita memproduksi 2 kilogram panada kering yang dikerjakan oleh anak kelas X dan kelas XI. Kandungan proteinnya diseimbangkan dan anak-anak dilatih agar memerhatikan bahan bakunya dengan baik,” urai Femmy lebih jelas.

Tak sabar ingin mencoba camilan sehat dari jagung? Cek dulu kandungan gizinya ya!

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button