Februari 2019Isi Piringku

Biji Alpukat Rasa Kopi Nan Sehat

Seruput…ahh. Dan lidah pun mulai merasakah sensasi nikmatnya guyuran cairan yang baru saja masuk ke mulut. Sebelumnya, I Ketut Mayun Suardika dengan lihai menyeduh dua sendok bubuk berwarna coklat kehitaman bersama gula pasir dan langsung menyuguhkannya kepada rombongan Mediakom. “Bagaimana rasanya? Kopi banget?” tanya Ketut memastikan.

Sesapan pertama di mulut ada butir-butir seperti ampas di lidah. Aroma harum kopi tidak tercium, after taste kopi pun terasa lembut. Tidak tersisa sensasi asam dan tidak terlalu pahit seperti kopi Arabica. Tanda-tanda minuman mirip kopi tersebut sebagai kelompok kopi Robusta juga tak terdeteksi.

Setelah melihat respon Mediakom, Ketut membuka rahasia minuman racikannya. Ternyata itu bukan kopi, melainkan hasil olahan biji alpukat yang dikeringkan. Biji buah berwarna hijau tersebut kemudian disangrai, lalu ditumbuk sampai menjadi bubuk halus berwarna mirip kopi. Agar rasanya menyerupai kopi, Ketut menambahkan ekstrak perasa.

Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekira lima hari melalui proses penjemuran selama tiga hari. Dilanjutkan dengan proses pengayakan dengan menjaga biji tak sampai hangus. Penambahan gula secukupnya dilakukan agar rasa bubuk tak terlampau hambar.

“Motif membuat kopi biji alpukat ini karena melihat buah alpukat banyak manfaatnya bagi tubuh, memanfaatkan limbah bijinya, dan keinginan untuk membuat minuman alternatif yang sehat, rendah kafein,” cetus Ketut.

Kebutuhan untuk mengonsumsi kopi ramah lambung memang masih terbatas. Ketut melihat peluang tersebut. Namun, pria asal Banjar Pedungan, Kota Denpasar, Bali ini belum berniat mengomersialkan racikannya. Ia mulai memperkenalkan kopi biji alpukatnya sebagai salah satu produk sehat yang bisa dikonsumsi sehari-hari di lingkungan posyandu asuhan Puskesmas Denpasar Selatan IV.

Dari konsultasi dengan ahli gizi di puskesmas, Ketut mendapat informasi bahwa kandungan gizi dalam biji alpukat setara dengan gizi buahnya. Ahli Nutrisi Puskesmas Denpasar Selatan IV, Ni Putu Eka Sasih memaparkan, kelebihan kopi biji alpukat bagi tubuh untuk menurunkan kadar gula darah, sehingga para diabetesi bisa mengonsumsi secara berlebihan.“Sama sekali tak ada kandungan kafein dalam kopi alternatif ini sehingga aman dikonsumsi beberapa kali dalam sehari,” ujar Eka.

Ia pun membandingkan kadar kandungan kafein kopi Arabica bisa mencapai 0,8 – 1,4. Sedangkan tingkat kafein jenis Robusta lebih tinggi, antara 1,7 hingga 4 persen sehingga lebih pahit, dan keasamannya rendah. Racikan bubuk biji alpukat ini dianggap mengandung lemak baik bagi tubuh yang menyeimbangkan masing-masing komposisinya.

Editor : Prima Restri

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button