April 2019Profil

dr. Anung Sugihantono, M.Kes (Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes) Perjalanan Anak Mantri yang Sukses di Berbagai Bidang

Sosoknya yang mungil dan sekilas mirip dengan Presiden Jokowi membuat dirinya mudah dikenali dibandingkan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lainnya. Kesederhanaan pun melekat kepada diri sosok bernama lengkap dr. Anung Sugihantono, M.Kes ini.

Pembawaan yang merakyat membuat tidak semua orang mengetahui bahwa ayah dua orang anak ini merupakan salah seorang pejabat eselon 1 di Kemenkes. Bahkan masih sedikit yang mengetahui bahwa Anung adalah pejabat multi talent dengan berbagai pengalaman di berbagai bidang di luar kesehatan.

Mediakom berkesempatan menemui langsung pria ramah ini di ruang kerjanya. Anung menceritakan perjalanan kariernya sejak lulus menjadi dokter hingga sekarang menjadi Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes. Dalam kesempatan tersebut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini juga menggambarkan potret yang dia tangkap terkait permasalahan kesehatan di Indonesia.

Anung merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Sejak kecil Anung mengaku sangat dekat dengan dunia kesehatan karena sang ayah sendiri berprofesi sebagai mantri kesehatan. Bahkan Anung masih ingat saat-saat menemani ayahnya mendatangi pasien yang sakit dengan dibonceng sepeda motor.

“Karena Bapak saya mantri kesehatan jadi kalau tidak ada kegiatan saya sering diajak, waktu itu kan memang belum ada dokter, yang dipanggil kesana kemari kan mantri jadi saya suka diajak bapak untuk mendatangi keluarga pasien yang memanggil di bonceng sepeda motor ke desa-desa di sekitar Kabupaten Temanggung waktu itu, karena bapak ditugaskannya di Temanggung,” kenang Anung.

Kenangan bersama-sama Ayah mendatangi pasien masih diingat Anung hingga saat ini, kala itu, kata Anung, sambi dibonceng di atas motor dirinya juga memangku tas dinas milik ayahnya. “Sambil bawa tas yang dipakai untuk pengobatan yang kalau orang sekarang nyebutnya tas umar bakri, tas kulit,”ucap Anung sambil tertawa.

Nostalgia yang Anung bagikan tidak hanya sampai situ, dirinya juga menerangkan berbagai kendaran dinas yang digunakan sang Ayah berkeliling dari satu desa ke desa lainnya di Temanggung. Saat itu, sebut Anung, ayahnya senantiasa menggunakan sepeda motor untuk menjalankan tugasnya namun demikian sepeda motor yang digunakan kerap berganti bahkan beberapa motor yang pernah digunakan sang ayah termasuk dalam jenis collector item seperti motor pabrikan Jerman NSU yang pertama menjadi juara motor GP tahun 1955 silam.

“Saya ingat betul sepeda motor pertama Bapak itu BSA, terus NSU, setelah itu honda S90, terus baru pakai motor CB. Baru mulai membeli motor bebek yang lain, Honda C70,” terang Anung sambil tersenyum.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button