KolomMei 2019

Memahami Teknologi Reproduksi Berbantu Untuk Kehamilan

Infertilitas atau gangguan kesuburan adalah kegagalan pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara  teratur (2-3 kali seminggu) selama satu tahun tanpa memakai alat kontrasepsi. Klinik Yasmin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana (RSCM Kencana) memiliki beberapa program untuk pasangan yang merencanakan kehamilan, seperti inseminasi, fertilitasi in vitro/in vitro fertilization (bayi tabung/IVF), dan PGS (Pre-Implantation Genetic Screening).

Inseminasi adalah teknik memasukkan sperma yang telah dipreparasi langsung ke dalam rongga rahim menggunakan kateter khusus. Tujuan inseminasi adalah meningkatkan jumlah sperma yang berkualitas baik mencapai saluran telur, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan (fertilisasi). Syarat inseminasi adalah jumlah sperma yang memadai (> 5 juta/ml) serta terbukanya salah satu atau kedua saluran telur

Indikasi dilakukannya inseminasi adalah faktor sperma derajat ringan sampai sedang, endometriosis derajat minimal sampai ringan, gangguan ovulasi yang respons terhadap pengobatan, dan infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya (unexplained).

Pada saat akan dilakukan inseminasi, suami dilarang berhubungan seksual dan masturbasi 3-5 hari sebelumnya. Suami diminta mengeluarkan sperma yang selanjutnya akan dicuci dan diproses di laboratorium untuk mendapatkan sperma terbaik. Proses menyiapkan sperma ini berlangsung sekitar 2-3 jam. Setelah sperma siap diproses, istri akan berbaring di meja ginekologi untuk menerima sperma dan juga akan dilakukan induksi ovulasi agar sel telur betul-betul matang dan pecah dari kantung sel telur. 

Sperma akan dimasukkan kedalam rahim dengan menggunakan kateter atau selang steril yang lembut. Proses ini relatif tidak sakit dan hanya berlangsung singkat. Setelah proses inseminasi, kita menunggu hasil sekitar 2 minggu untuk mengetahui apakah proses inseminasi berhasil atau tidak.

Selain dari inseminasi, program hamil lain yang dapat dilakukan adalah bayi tabung. Program bayi tabung adalah Teknik Reproduksi Berbantu (TRB) atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF). Kemudian setelah terjadi pembuahan, sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim. 

Indikasi dilakukannya bayi tabung adalah faktor sperma derajat berat (< 5 juta/ml), adanya sumbatan pada kedua saluran telur, endometriosis derajat sedang sampai berat, gangguan ovulasi yang gagal/tidak respons terhadap pemberian obat-obatan penyubur, serta infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya. Program bayi tabung biasanya dilakukan setelah program hamil alamiah dan inseminasi gagal menghasilkan kehamilan. Namun, bisa langsung dilakukan pada kasus-kasus tertentu seperti tersumbatnya kedua saluran telur dan faktor sperma derajat berat. 

Secara umum proses bayi tabung terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pemeriksaan awal suami istri, penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur, penyuntikan obat penekan hormon, pengambilan sel telur, pembuahan, pengembangan embrio, penanaman embiro ke rahim dan selanjutnya menunggu hasil. 

Keberhasilan bayi tabung sangat dipengaruhi oleh usia wanita, semakin muda usia istri maka semakin besar kemungkinan berhasil. Keberhasilan program bayi tabung kurang lebih 40%-50% pada usia pasien perempuan di bawah 35 tahun. Berdasarkan data perhimpunan bayi tabung Indonesia, keberhasilan program ini secara umum mencapai 29,4%, di mana 1 dari 3 pasangan yang menjalani program ini didapati hamil. 

PGS sendiri merupakan teknologi yang bertujuan mendeteksi kelainan jumlah (kelebihan/kekurangan) kromosom pada embrio. Indikasi dilakukannya jika terjadi kegagalan bayi tabung berulang, keguguran berulang, dan faktor usia perempuan (>35 tahun). Embrio yang memiliki kelainan jumlah kromosom dapat memicu terjadinya kegagalan penempelan pada dinding rahim (implantasi), keguguran atau dapat berdampak pada bayi yang lahir dengan cacat fisik atau mental. 

Biopsi pada embrio dilakukan pada embrio tahapan hari ke-5 (blastosis), dilanjutkan dengan simpan beku embrio. Sel yang telah dibiopsi kemudian diperiksa kromosomnya dengan menggunakan alat Next Generation Sequencing (NGS) bekerja sama dengan IMERI-FKUI. Bila didapatkan embrio yang normal, maka transfer embrio akan dilakukan pada siklus berikutnya. 

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *