LenteraMei 2019

Rencana Yang Maha Kuasa

Sebulan, sebelum ramadhan 1440 H, Irul (44) bersiap-siap pulang kampung bersama keluarga besar, mulai dari anak, istri, kakak, adik dan seluruh anggota keluarganya, termasuk kedua orang tuan mereka. Dengan total peserta mudik 17 orang, diperkirakan dengan 3 buah kendaraan pribadi cukup lega untuk mengangkut seluruh peserta mudik. Sedangkan seluruh perlengkapan mudik beserta logistik selama dikampung sudah diangkut terlebih dahulu dengan menggunakan mobil box.

“Sabtu-minggu kemarin baru saja mengantar barang-barang persiapan untuk mudik, di kampung mulai kasur, bantal, slimut, galon minum dan logistik lainnya dengan sewa mobil box, alhamdulillah semua lancar”, kata Irul tiga pekan sebelum ramadhan.

Keluarga besar Irul berencana mudik ke Kuningan, Jawa Barat, berangkat tanggal 1 Juni 2019 dari Jakarta. Untuk keperluan mudik ini, tahun lalu sudah membangun rumah keluarga bersebelahan dengan masjid yang sudah terbangun sebelumnya. Masjid tersebut merupakan masjid keluarga Irul yang pengelolaannya diserahkan kepada jemaah atau warga sekitar. Harapannya, masjid tersebut menjadi lebih makmur sebagai tempat ibadah bersama warga.

Keluarga Irul, ingin mudik sekaligus iktikaf bersama warga desa pada akhir ramadhan yang masih tersisa sebelum lebaran, sekaligus silaturahmi dengan warga setempat. Ketika persiapan sudah selesai, hanya menunggu waktu kebarangkatan, tiba-tiba nenek bandanya terasa lemas, tak bertenaga, bahkan nyaris pingsan. Akhirnya nenek dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Setibanya di rumah sakit, nenek harus menjalani pemeriksaan dan rawat inap, hingga lebaran selesai. Alhasil, semua keluarga fokus terhadap perawatan kesehatan nenek, rencana mudik bereng bersama keluarga gagal total.

Ada juga Imam (47), Ia bersama keluarga akan mudik pasca lebaran, kebetulan tahun ini ada tugas menjadi Khotib Idul Fitri dekat rumahnya. Pengurus masjid sudah jauh hari meminta menjadi khotib, Imam pun sudah menyetujui permintaan tersebut. Singkat cerita dia akan mengisi banyak acara sampai pasca lebaran, baru mudik bersama keluarga, kebetulan sekolah masih libur panjang.

Tepatnya, 23 Mei Imam jatuh sakit, demam berkepanjangan, setelah cek laboratorium, ternyata positif types, maka dokter menganjurkan untuk istirahat total (bedrest) yang benar, tidak boleh banyak gerak. Sebab, kalau banyak gerak atau aktifitas sebelum sembuh benar, akan menyebabkan sakit yang lebih lama. Setelah sakit yang dideritanya ini seluruh agenda yang telah direncanakan gagal total, tak ada yang terlaksana, karena fokus pada penyembuhan sakitnya.

Dari dua kisah di atas, tergambar jelas manusia itu sangat lemah sekali, baru mendapat ganjaran sakit, semua rencana dan keinginan gagal, tak terlaksana. Jangankan menyelesaikan rencana kegiatan, merasakan sakit dan penyembuhannya saja sudah tak berdaya, bahkan banyak yang mengeluh dan tak mampu bersabar, padahal puluhan tahun sehat, kemudian baru beberapa hari sakit. Lalu bagaimana kalau dibalik. Sehat beberapa hari dan puluhan tahun sakit, seperti Nabi Ayub ?

Selain itu, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil, sehingga kita dapat menjalani semua itu dengan penuh kesabaran dan tawakal kepadaNya. Baik dikala suka maupun duka, sehat atau sakit dan segala suasana. Ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari kisah-kisah itu. 

Pertama; sehebat apapun manusia, tetaplah lemah, masih ada yang lebih hebat dan lebih kuasa yakni Yang Maha Kuasa. Jangan pernah lupa adanya kekuasaan dan kekuatan ini. Sertakan kekuatan ini dan selalu berdoa dan bersandar kepadaNya. Sehingga setiap urusan manusia baik yang sederhana, ringan, rumit dan berat harus selalu melibatkanNya. Jangan merasa hebat, memandang urusan sepele, terus tak perlu keterlibatanNya. Contoh kecil, makan, minum, semua ini pekerjaan mudah, bila dalam keadaan sehat. Tapi kalau sakit, menjadi pekerjaan yang teramat sulit, sehingga harus melalui cairan infus, agar yang bersangkutan bertahan hidup.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button