Mei 2019Ruang Jiwa

Sabar Menanti Buah Hati

Salah satu tujuan berumah tangga adalah agar dapat memperoleh keturunan sehingga generasi dapat terus berlanjut. Namun tidak semua pasangan yang telah menikah dapat segera memperoeh keturunan, ada yang harus menunggu beberapa tahun bahkan hingga belasan tahun baru dikaruniai buah hati.

Untuk itu, sabar adalah salah satu bagian yang tidak bisa dilepaskan dari ikhtiar memperoleh anak. Dalam sabar itu sendiri ada tiga fase yang harus dipahami oleh pasangan yang mendambakan buah hati di tengah keluarga mereka, menerima kondisi saat ini, dimana belum memperoleh anak merupakan fase sabar yang pertama.

Fase sabar selanjutnya adalah sabar pada ikhtiar, beragam upaya dilakukan. Mulai mendatangi dokter spesialis kandungan lanjut menjalani pemeriksaan dan melakukan pengobatan merupakan bagian dari ikhtiar yang di dalamnya juga harus ada kesabaran pada diri pasangan suami-istri tersebut.

Pada fase ini juga tidak bisa dipungkiri, selain mengeluarkan waktu dan energi, biaya yang dikeluarkan tentunya tidak sedikit. Terkadang akhirnya ikhtiar terhenti karena terhalang kendalan seperti ada teknoogi-teknologi yang tidak bisa dihindari dari konsekwensi biaya, hingga akhirnya tidak bisa dipaksakan lagi dan harus terhenti.

Tetapi sabar itu unlimmited kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun penantian kehadiran buah hati akan tetap menjadi bagian terindah dalam kehidupan. Tuhan yang Maha Bijaksana dan Maha adil, paling tahu akan hal terbaik yang dibutuhkan hambaNya. Dengan demikian seni menyikapi penantian buah hati dengan paket “sabar unlimmited akan tetap dapat diisi dengan kebaikan lainnya.

Berikutnya fase sabar ketiga, yang kerap terlupakan dan tidak diantisipasi oleh pasangan suami istri yang ingin memperoleh anak. Dimana proses dari sabar dan ikhtiar yang dijalaninya selama ini telah membuahkan hasil, Tuhan menganugerahi keturunan yang sudah lama dinanti.  

Maka sudah sepatutnya pasangan suami istri ini memahami, bahwa dari ikhtiar mereka yang berhasil akan berkonsekwensi pada sabar berikutnya. Begitu diberikan buah hati, maka  perlu sabar berikutnya untuk mendidik anak

tujuan ikhtiar punya buah hati selesai, ikhtiar selesai, nah siapkah dia akan menemukan etape kesabaran berikutnya jadi sabar itu memang unlimited, siklus yang memang tidak pernah berhenti karena begitu selesai suatu hasil maka akan ada konsekwensi berikutnya. 

Sabar adalah mekanisme pertahanan manusia yang dibutuhkan dalam menyikapi setiap ikhtiar dan doa yang dilakukan terhadap hasil yang diharapkan. Dengan demikian Ikhtiar, doa dan sabar adalah ikatan yang saling melengkapi bagi setiap menusia dalam menghadapi segala hal dan dinamikan kehidupan, termasuk dalam menanti buah hati dan mendidik buah hati ketika amanah telah diberikan.

*Sebagaimana dituturkan oleh DR. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA kepada Prawito dari Mediakom

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *