Info SehatJuni 2019

Mengenal Komplikasi Kehamilan

Kehamilan merupakan sebuah momentum bahagia yang dinanti nanti oleh pasangan suami isteri. Selama masa kehamilan, wanita perlu menjaga kondisi kesehatan dan melakukan screening sebagai upaya deteksi dini komplikasi kehamilan.  Data WHO menyebutkan, sekitar 15% ibu hamil berpotensi memiliki komplikasi kehamilan yang mengancam jiwa. 

Pada umumnya kehamilan tumbuh normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir, namun terkadang tidak sesuai yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan terjadi masalah, oleh karena itu pemeriksaan kehamilan bisa menjadi deteksi dini untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Raden Aditya Kusuma, Sp. OG, Dokter Anak RSAB Harapan Kita menjelaskan, biasanya komplikasi kehamilan tidak memiliki gejala yang spesifik. Tetapi jika melihat dari latar belakang si ibu hamil: seperti usia, indeks masa tubuh (berat badan berlebih), pernah mengalami darah tinggi pada riwayat kehamilan sebelumnya. Selain itu jika terdapat riwayat keluarga yang pernah melahirkan bayi dengan kelainan bawaan. 

“Karena menariknya di awal kehamilan sampai benar – benar itu terjadi tidak ada yang dirasakan ibu hamil itu antara yang beresiko dan tidak” ujarnya. 

Pemeriksaan kehamilan 

Di Indonesia sendiri untuk pelayanan kesehatan masa hamil sekurang – kurangnya dilakukan 4 kali yaitu pada 1 kali pada trimester pertama (usia kehamilan 1-13 minggu) dan trimester kedua (usia kehamilan 14 – 27 minggu) dan dua kali pada trimester ketiga (usia kehamilan 28 – 41 minggu). Namun pada umumnya pemeriksaan kehamilan dilakukan setiap bulan kemudian ketika mendekati masa melahirkan dilakukan tiap 2 minggu hingga seminggu sekali. 

Jika berkaca di negara maju, dr. Aditya menuturkan pemeriksaan kehamilan yang tidak boleh terlewatkan ialah pada usia kehamilan 11 – 14 minggu dimana dilakukan screening buat mereka yang teridentifikasi beresiko tinggi bisa dilakukan pencegahan dan pada usia kandungan 20 – 22 minggu.  Pada masa tersebut dapat dideteksi bagaimana kondisi bayi, kemudia ari – arinya. Selain itu juga untuk melihat mulut rahimnya agar bisa memprediksi bayi tersebut apakah cukup bulan dan kemungkinan lahir prematur atau tidak. Hal tersebut akan memiliki konsekuensi dan dapat dilakukan pencegahan.

“Contohnya di inggris, justru pelayanan kesehatan masa hamil yang lebih intensif, screening yang ketat itu terjadi diawal. Jadi sangat – sangat penting dan krusial orang wanita memeriksakan kehamilan di 11-14 minggu disitulah akan bisa teridentifikasi apakkah dia nantinya bisa menjadi kehamilannya baik – baik saja atau sebaliknya” sambung dr. Aditya

Jenis- jenis Komplikasi Kehamilan 

Terkait Komplikasi kehamilan yang paling umum terjadi, dr. Adit sebutkan 1 dari 10 kehamilan berakhir dengan prematuritas atau bayi kurang bulan dimana bayi lahir pada usia kehamilan 7 atau 8 bulan, atau bahkan kurang. Hal tersebut memiliki konseksuesi janga pendek, seperti perawatan kesehatannya hingga konsekuensi janga panjang seperti prestasi ketika di sekolah dan di tempat kerja. 

Selain itu wanita hamil kalanya menjadi tekanan darah tinggi karena kehamilan (pre eklampsia) dan sekarang yang orang – orang sudah mulai paham yaitu down syndrome pada bayi.  “Pendarahan selama kehamilan dan pasca persalinan bahkan infeksi juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Negara kita” tuturnya. 

Pendarahan seperti placenta previa sulit di hindari tetapi yang paling penting ialah rutin melakukan USG untuk melihat posisi ari – ari dalam kandungan. Sementara untuk pre eklampsia dapat di prediksi dan di hindari. Pre-eklampsia dapat di cegah bila diketahui sebelum 16 minggu dan diberikan obat yang relatif murah dan mudah.  Lalu diberikan obat relative murah dan mudah. 

Dokter kandungan dan bidan dapat mengawasi kondisi ibu dan bayi secara berkala untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik. Namun wanita hamil perlu segera mencari bantuan  medis apabila mendapatkan kehamilan yang beresiko 

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *