Agustus 2019Info Sehat

Saat Flu Perut Melanda

Saat Flu Perut Melanda

Danti (30 tahun) tengah getol meniru vlogger vegan yang pamer makan salad sayur dengan dressing saus mayo. Setiap hari selama sebulan terakhir ia rajin membeli sayuran, mencucinya, mengupas lalu memakan mentah.

Tiba-tiba satu hari perutnya bergejolak. Sehari ia bolak balik ke toilet untuk Buang Air Besar (BAB) hingga 20 kali. Ibu satu anak itu pun memeriksakan diri ke dokter karena tubuhnya mulai lemas akibat dehidrasi. Dokter mendiagnosisi Danti diare akibat terkena flu perut. 

Bagi sebagian orang, istilah flu perut alias gastroenteritis masih asing di telinga. Namun, kalau kita menyebutnya dengan muntaber, pasti setiap orang sudah akrab dengan salah satu nama penyakit pencernaan paling umum ini, bahkan mungkin sebagian besar dari kita pernah mengalaminya. 

Dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Center for Disease Control and Prevention/CDC AS)www.cdc.gov, penyebab flu perut adalah karena infeksi pada lambung dan usus yang disebabkan oleh beberapa jenis virus seperti Norovirus, bakteri juga parasit. 

Beda Dengan Diare

Meski flu perut dan diare memiliki gejala yang mirip dan susah dibedakan orang awam, namun flu perut adalah penyakit yang berbeda dengan diare. Flu perut dan diare memang sama-sama bisa disebabkan oleh konsumsi makanan-minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, dan/atau parasit. Keduanya juga menunjukkan gejala umum yang mirip, yaitu sakit perut dan bolak-balik BAB dengan wujud feses cenderung cair.

Namun, kedua masalah pencernaan ini sebenarnya berbeda. Terserang diare bukan sudah pasti terkena flu perut. Karena diare itu sebenarnya merupakan sebuah gejala dari suatu penyakit, bukan suatu jenis penyakit yang berdiri sendiri. Sementara, flu perut adalah jenis penyakit infeksi yang dapat menyebabkan diare, karena infeksi ini menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan kita.

Secara global, sebagian besar kasus pada anak-anak disebabkan oleh Rotavirus. Pada orang dewasa, penyebabnya lebih umum oleh Norovirus dan Campylobacter. Penyebab lain yang lebih jarang ditemukan adalah disebabkan oleh racun bakteri dan parasit. 

Karena merupakan penyakit infeksi, penularan flu perut bisa terjadi karena mengonsumsi makanan yang dimasak secara tidak benar atau air yang terkontaminasi atau melalui persinggungan langsung dengan orang yang terinfeksi. Flu perut bisa menyebabkan mual, muntah, diare, kram perut, atau terkadang demam pada penderitanya. 

Penyebarannya di fasilitas umum yang tertutup, seperti di dalam ruang kelas, tempat perawatan anak, atau ruang perawatan umum. Bahkan pernah terjadi endemi flu perut di AS pada kurun waktu 2009-2012, karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar yang mengakibatkan kerugian ekonomi sekitar US$ 2 juta.

Data CDC tahun 2018 menunjukkan terdapat 19-21 juta kasus flu perut di AS setiap tahunnya dengan korban meninggal dunia mencapai 570-800 orang dan harus mendapat penanganan rawat inap sebanyak 56-71 ribu. Karena rata-rata Norovirus menyerang anak-anak di bawah 5 tahun, tak ayal sekitar 1 juta lebih kunjungan pasien anak ke Rumah Sakit (RS) disebabkan oleh virus tersebut.

Namun, tak perlu khawatir, penyakit ini tetap bisa disembukan. Untuk kasus ringan atau sedang, penyembuhan bisa dilakukan melalui pemberian larutan rehidrasi oral. Untuk kasus yang lebih berat, pemberian cairan melalui infus mungkin diperlukan. 

Situs www.healthline.com punya daftar minuman dan makanan yang bisa memulihkan kondisi perut secara bertahap. Karena hal paling utama dalam penanganan penyakit ini adalah hidrasi yang cukup. 

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button