Agustus 2019Peristiwa

Silantor, Cegah Penyakit Bersumber Binatang

Penyakit bersumber binatang atau zoonotik dan penyakit tular vektor masih menjadi faktor penyebab timbulnya penyakit pada masyarakat Indonesia. Maka Kemenkes berupaya mengembangkan sistem untuk pencegahan penyakit zoonotik dan tular vektor. Sistem tersebut dinamai Sistem Surveilans Vektor atau Silantor.

Silantor merupakan sistem yang dikembangkan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap penyakit tular vektor dan zoonotic dikembangkan dalam bentuk website dan juga memanfaatkan platform android.

Silantor memperoleh data dari tenaga kesehatan di Puskesmas yang bertugas mengumpulkan data vektor di wilayahnya kemudian memasukkan ke dalam sistem Silantor yang nantinya akan  terintegrasi ke dinas kesehatan kabupaten/kota, provinsi, sampai ke pemerintah pusat. Kemudian data tersebut akan dianalisis di tingkat kabupaten/kota, dimana hasilnya akan menunjukkan kabupaten/kota tersebut aman atau tidak terhadap penularan penyakit, demikian juga di tingkat provinsi dan nasional.

“Ini aplikasi lebih ke preventif. Berdasarkan analisis data survei ini akan kita ketahui kondisi vektornya seperti apa, apakah kondisinya berbahaya bagi kesehatan masyarakat atau tidak. Dengan mengetahui kepadatan vektor di suatu wilayah maka akan diketahui potensi penyakit yang ajan muncul seperti apa,” ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr. Nadia Tarmizi, M.Epid, sebagaimana dikutip dari rilis Kemenkes.

Menurut Nadia, apabila hasil survei melalui Silantor ini menunjukkan bahwa vektornya ada dan membahayakan bila terjadi penularan penyakit, maka sebelum timbul penyakit tertentu bisa dilakuan upaya pengendalian vektor.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button