November 2019Resensi

Big Data Yang Mengungkap Kebohongan Manusia

Big data menjadi topik yang banyak dibicarakan dalam satu dekade terakhir. Penguasaan terhadap data konon menjadi penentu bagi industri di masa depan sekaligus membuka tabir sejati manusia di dunia.

Penulis buku Everybody Lies, Seth Stephens-Davidowitz punya pandangan berbeda tentang fungsi big data. Menurut dia, ketidakjujuran orang dalam survei, sering kali membuat bingung ilmuwan sosial.

Data yang dihasilkan pun seringkali meragukan, apakah cukup menggambarkan realitasnya atau tidak. Sebaliknya, kata Seth, orang lebih jujur dan terbuka menanyakan atau mengungkapkan perasaaannya pada Google.

Seth memakai dua tools, Google Trends dan Google Adsword sebagai pembuktian hipotesisnya. Keduanya dipakai untuk mencari tahu apa yang paling banyak dicari orang untuk kemudian dijadikan basis strategi digital marketing. Seperti, model pakaian apa yang paling banyak dicari orang, topik apa yang sedang ramai dibicarakan dan sebagainya.

Dari kata-kata kunci itulah kemudian dapat diungkap gambaran yang lebih wajar dari suatu studi kasus. Mengawali tulisannya, Seth memprediksi calon presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memenangi pemilihan presiden bahkan tiga tahun sebelum masa pemilihan. Padahal banyak survei memerlihatkan tidak ada harapan Trump akan menang.

Dalam kampanyenya, Trump seringkali menggunakan isu-isu rasial, diskriminasi dan rasis menyebabkan sebagian besar masyarakat enggan memilihnya. Namun dalam penelusuran big data, Seth menunjukkan pencarian Google di beberapa wilayah Amerika cenderung ke kata-kata dengan nada rasis, seperti nigga, nigger, negrojoke, bad black, dan lain sebagainya.

Ia juga memasukkan beberapa penelurusan dalam ilmu-ilmu lain, seperti kesehatan, politik, dan ekonomi yang telah menggunakan big data dalam mendiagnosis gejala penyakit tertentu terhadap kesehatan seseorang. Hal ini salah satunya penelitian yang pernah dilakukan dan dibiayai oleh Microsoft terhadap pencarian Bing.

Melalui hasil pencarian terhadap gejala-gejala yang diderita seseorang terhadap mesin pencari Bing maka para dokter berupaya memprediksi penyakit yang dialami oleh seseorang. Hal ini terbukti membantu para dokter mendiagnosis penyakit pasiennya. Meski bermula dari sebuah penelitian, buku ini ditulis dalam gaya bahasa yang ringan dan disertai banyak studi kasus.

Selain Google, Seth juga menampilkan bagaimana data-data dari sumber lain seperti sosial media atau bahkan data non digital yang bisa dipakai untuk mengungkap banyak hal. Kuncinya, menggunakan pendekatan yang baru dan kreatif pada data. Buku ini layak dibaca bagi para peneliti berbasis platform online agar mendapatkan ide serta variasi metodologi penelitian.

Editor: Prima Restri

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button