November 2019Serba Serbi

Mengenal Sejarah Dan Perkembangan Termometer

Alat kesehatan yang bernama thermometer sepatutnya dimiliki oleh setiap keluarga karena bermanfaat untuk mengecek suhu tubuh seseorang. Dan saat ini bentuk dan modelnya lebih parktis sehingga memudahkan anggota keluarga untuk menggunakannya.

Meski demikian, butuh proses yang cukup lama hingga pada akhirnya dunia mengenal termometer sebagai alat yang tidak hanya berfungsi untuk mengukur suhu air saja. Dikutip dari Okezone, pada 1593, Galileo Galilei menemukan termoskop air sederhana yang berfungsi untuk pengukuran berbagai suhu dan mengukur perbedaan jenis cairan.

Setelah penemuan yang kini dikenal dengan Termometer Galileo tersebut pada tahun 1612, seorang ilmuwan dari Italia bernama Santorio Santorio, menjadi penemu pertama yang memasukkan skala numerik pada termoskop.

Penemuan Santorio tersebut diyakini sebagai termometer klinis sederhana pertama, karena dirancang untuk diletakkan di mulut pasien untuk pengambilan suhu. Namun, seperti penemuan Galilei, instrumen tersebut belum begitu akurat.

Kemudian, pada 1654, termometer cairan dalam kaca pertama ditemukan oleh Grand Duke of Tuscany, Ferdinand II. Duke menggunakan alkohol sebagai cairannya namun, alat tersebut masih belum akurat dan tidak menggunakan skala standar.

Skala Fahrenheit

Pada 1709 seorang fisikawan Jerman bernama Daniel Gabriel Fahrenheit, menemukan termometer alkohol dilanjutkan dengan penemuan termometer merkuri pada 1714. Pada 1724, ia memperkenalkan skala suhu standar yang menyandang namanya – Skala Fahrenheit – untuk mencatat perubahan suhu secara akurat.

Dilansir Kumparan, Fahrenheit adalah orang pertama yang menggunakan air raksa dalam termometernya. Air raksa menjadi jalan keluar untuk masalah pengaturan suhu pada thermometer kala itu karena akan sangat berpengaruh pada keadaan membeku dan mendidih suatu cairan, disamping air raksa yang tidak menguap.

Keberhasilan Fahrenhit diikuti oleh Astronom Swedia, Anders Celsius yang pada tahun 1742 menemukan skala “Celsius” untuk menentukan satuan angka suhu. Lord Kelvin merupakan penemu Skala Kelvin pada 1848. 

Skala Kelvin mengukur suhu panas dan dingin yang sangat ekstrem. Kelvin mengembangkan gagasan tentang suhu absolut yang disebut “Hukum Kedua Termodinamika” dan mengembangkan teori dinamika panas.

Termometer terus berkembang sehingga penggunaanya tidak hanya untuk mengukur suhu air saja tetapi juga berbagai hal. Pada 1867, Sir Thomas Allbut menemukan termometer yang digunakan untuk keperluan medis. Termometer portable itu memiliki panjang 15 centimeter dan mampu mencatat suhu pasien dalam 5 menit.

Termometer ini menyerupai termometer modern dan terus dikembangkan untuk urusan medis. Termometer ini digunakan untuk mengukur temperatur seseorang dengan cara menempatkannya di bawah lidah, di bawah ketiak, atau di dalam anus.

Selanjutnya, seorang dokter ahli bedah, Theodore Hannes Benzinger berhasil menemukan termometer telinga. Yang kemudian pada tahun 1984 David Phillips menciptakan termometer telinga inframerah yang dapat mengukur temperatur badan dengan sangat cepat.

Saat ini termometer lebih identik sebagai alat pengukur suhu tubuh dibandingkan di awal penemuan. Perkembangan thermometer juga membuat perangkat yang digunakan berlaih dari sebelumnya menggunakan air raksa kini menggunakan teknologi yang lebih modern.

Dikutip dari alodokter, berikut jenis termometer yang digunakan saat ini:

1. Termometer digital

Termometer ini menggunakan sensor panas elektronik untuk merekam suhu tubuh baik melalui mulut, ketiak, atau dubur. Termometer digital yang digunakan untuk mengukur suhu melalui dubur, umumnya lebih elastis.

2. Termometer digital telinga

Termometer digital telinga atau termometer timpani, merupakan termometer yang memanfaatkan sinar inframerah untuk mengukur suhu di dalam liang telinga, tepatnya di gendang telinga (membran timpani).

Penggunaan thermometer ini dengan cara mengarahkan sensor inframerah tepat pada lubang telinga. Untuk mendapatkan hasil yang akurat pastikan telinga dalam keadaan bersih

3. Termometer dot digital

Termometer dot digital memiliki bentuk yang mirip dot atau empeng, sehingga cocok digunakan anak-anak yang masih memakai dot. Cara penggunaannya, bayi cukup mengisap termometer dot selama 3 menit untuk mendapatkan hasil suhu tubuh yang akurat.

4. Termometer dahi

Termometer ini menggunakan inframerah untuk mengukur suhu pada area dahi dan arteri temporal di pelipis. Meski dapat memberi hasil yang cepat, termometer jenis ini belum dapat dikatakan memiliki tingkat akurasi yang setara dengan termometer digital biasa. 

5. Termometer air raksa

Meski murah, namun termometer air raksa tidak lagi dianjurkan untuk digunakan. Sebab, termometer ini mudah pecah, selain itu air raksa yang keluar dari tabung termometer mudah menguap dan terhirup. Hal ini berisiko menyebabkan keracunan.

Editor    : Prima Restri 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *