November 2019Peristiwa

Proses Perizinan Produk Farmasi Dan Alat Kesehatan Akan Dipermudah

Pemerintah memberi perhatian sungguh-sungguh terhadap masih tingginya impor produk farmasi dan alat kesehatan nasional. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menilai perlu upaya nyata untuk mendorong iklim kemudahan berusaha di dalam negeri yang bertujuan meningkatkan investasi pada industri obat-obatan dan alat kesehatan sehingga kemandirian bangsa dapat terwujud.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) selaku regulator di bidang farmasi dan alat kesehatan akan mempermudah proses perizinan agar geliat industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri dapat meningkat. “Kuncinya adalah diperizinannya, bukan masalah yang lain-lain. Asal izinnya tidak berlarut-larut, kalau bisa sehari selesai, di situlah kuncinya,” ujar Menteri Kesehatan RI (Menkes), Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), seperti dikutip dari rilis Kemenkes, Senin, (25/11/2019).

Menurut Menkes, akan dilakukan upaya deregulasi yang menghambat. Selain itu juga akan diusulkan insentif perpajakan dan percepatan izin edar farmasi dan alat kesehatan tanpa harus mengesampingkan mutu, keamanan, dan manfaat bagi konsumen. Dengan demikian diharapkan tercipta kondisi pasar yang sehat, sehingga mampu menurunkan harga obat dan juga produk alat kesehatan.

“Saya ingin iklim investasi lebih simpel, lebih mudah, biar bisa bersaing di pasar. Dengan bersaing di pasar, maka pasarlah yang menentukan harga. Tidak boleh ada monopoli, dengan adanya persaingan yang sehat, saya yakin harga-harganya turun,” tegas Menkes.

Editor: Sopia Siregar

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *