Desember 2019Lipsus

Penjamah Makanan Menjadi Penular Hepatitis A

Penjamah makanan menjadi perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terkait perannya sebagai penular atau sumber penyebaran penyakit. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1098 Tahun 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran, penjamah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan, sampai dengan penyajian.

Kasus penyebaran Hepatitis A karena penjamah makanan terjadi di Depok, Jawa Barat (Jabar). Dinas Kesehatan Kota Depok pada 12 November 2019, menerima telepon dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rangkapan Jaya mengenai terjadinya kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok. Pada 19 November 2019, Radio Republik Indonesia (RRI) memberitakan bahwa 80 siswa SMPN 20 Depok, terjangkit Hepatitis A.

Kemenkes merespons dengan menerjunkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang berada di bawah koordinasi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes RI. Hasil penyelidikan di lapangan yang dipimpin oleh Kepala Subdit Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan, hingga 2 Desember 2019, teridentifikas 266  kasus Hepatitis A di wilayah itu.  

Setelah dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel oleh TGC gabungan, hasilnya menunjukkan bahwa penjamah makanan di kantin sekolah terinfeksi Hepatitis A. Orang tersebut tidak berjualan selama sakit dan telah mendapat penyuluhan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun dengan benar dan menjalani Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Penularan Melalui Penjamah Makanan

Artikel dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Atlanta, yang dikutip Center for Infectious Disease Research and Policy (CIDRAP) News, menjelaskan, penjamah makanan yang terinfeksi Virus Hepatitis A berpotensi menularkan ke orang banyak dan menyebabkan beban ekonomi substansial pada kesehatan masyarakat.

Virus Hepatitis A terdapat di tinja orang yang terinfeksi. Akan terjadi kontaminasi bila penjamah makanan yang terinfeksi, tidak mencuci tangan dengan benar setelah ke toilet, kemudian menyentuh makanan tanpa dimasak seperti lalapan atau makanan yang telah dimasak dan siap disantap. Laman Stop Foodborne Illness, menyebutkan makanan yang sering terkontaminasi adalah buah-buahan, sayuran, kerang, es, dan air. Penjamah makanan dapat menularkan virus ke pelanggan melalui permukaan, alat-alat masak atau makan, atau makanan yang terkontaminasi. 

Departemen Kesehatan New Hampshire menyatakan, periode penularan Hepatitis A mulai dari 1-2 minggu sebelum gejala muncul dan minimal 1 minggu setelah gejala kuning muncul. Oleh karena itu, penjamah makanan tidak boleh melakukan aktivitasnya paling sedikit 2 minggu setelah gejala klinis Hepatitis A muncul. Jika ada gejala kuning, maka penjamah makanan seharusnya tidak bekerja dulu paling sedikit 1 minggu setelah munculnya gejala kuning. 

Stop Foodborne Illness menulis, tidak ada pengobatan khusus untuk Hepatitis A. Setelah sembuh dari Hepatitis A, orang tersebut akan mendapat kekebalan seumur hidup dan tidak menjadi pembawa virus. Untuk mencegah penularan dari orang ke orang, yang terpenting adalah mencuci tangan pakai sabun dengan benar setelah menggunakan toilet atau buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan atau sebelum makan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button