Januari 2020Resensi

“Imperfect” Bahagia Tanpa Penampilan Tubuh Sempurna

Berdamai dengan tubuh sendiri. Meski tubuh terlihat lebih ‘menonjol’ dari tubuh kaum Hawa lainnya, setidaknya pikiran bisa menerima kondisi saat ini. Begitulah Meira Anastasia berpesan lewat bukunya Imperfect: A Journey to Self-Acceptance.

Istri sutradara Ernest Prakasa ini berbagi cerita soal perjalanannya menuju penerimaan diri. Betapa orang lain tanpa sadar melakukan body shaming karena terfokus pada iklan-iklan dengan konten citra perempuan cantik sempurna karena kulitnya putih, halus merona, dan tentu saja langsing.

Meira mengajak pembaca berdialog bahwa akibat dari kondisi tadi menimbulkan sebagian besar perempuan membenci diri sendiri. Muncullah rasa tidak nyaman dan aman (insecurity) atau citra tubuh negatif (negative body image). Efeknya tentu saja merusak, baik untuk tubuh maupun pikiran.

Bab yang berjudul “Prahara Payudara” menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena ceritanya yang membuat simpati. Meira saat itu berupaya membuka diri kepada para pembacanya tentang hal yang tak mudah.

“Tetapi, dengan mengakui luka, aku jadi bisa belajar bagaimana mengatasinya. Juga belajar menjadi lebih kuat lagi,” kata Meira dalam bukunya.

Tulisan Meira seakan menjadi teman diskusi yang jujur mengungkapkan kegelisahan dengan bahasa tutur yang luwes dan benar-benar santai. Ilustrasi di dalamnya menambah keseruan membaca cerita-cerita ini. Apalagi seluruh kutipannya pernah ditampilkan di Instagram pribadinya dan telah mendapat komentar beserta penguatan bersama dari followers.

Buku ini juga dilengkapi dengan panduan kecil berolahraga di rumah agar lebih sehat dan bahagia, seperti yang rutin dilakukan Meira setelah pikirannya kian terbuka. Buat pembaca yang selama ini menyimpan kegalauannya dan mengatasnamakan pencarian jati diri, buku setebal 208 halaman ini bisa jadi kunci pembuka diri.

Meira selalu mencamkan bahwa tampil sempurna tidak selalu berkorelasi positif. Ia membawa teman-teman perempuan lainnya untuk berkisah bersama dalam buku yang diluncurkan kembali setelah film Imperfect tayang akhir Desember 2019. Ada surat dari artis Jessica Mila, Karina Suwandi, Yasmine Napper, Shareefa Daanish, Clara Bernadeth, Karina Nadila, Aci Resti, Kiky Saputri, ZsaZsa Utari, dan Neneng Risma Wulandari di dalamnya.

Jika masih belum yakin dengan kisah mereka, Meira mengingatkan bahwa ia masih belajar menjadi lebih kuat lagi.

“Buku ini bukanlah buku motivasi, melainkan kumpulan cerita seorang perempuan, istri, sekaligus ibu yang sedang berjuang agar bisa mengatakan kepada diri sendiri: Aku tidak sempurna, tapi tidak apa-apa. Karena aku bahagia,” ujar Meira menutup bab bukunya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button