Info SehatJanuari 2020

Kenali Gejala Bell’s Palsy Sejak Dini

Bukan cuma Rano Karno, artis internasional kawakan Angelina Jolie juga pernah mengalami kelumpuhan syaraf karena bell’s palsy.

Selintas, stroke dan bell’s Palsy terlihat serupa. Padahal, keduanya amatlah berbeda.

dr. Diorita Dyah Prayanti, Sp.S, dari RS Pusat Otak Nasional Sehat menjelaskan, bell’s palsy adalah kelemahan atau kelumpuhan saraf perifer wajah (nervus fasialis) secara akut pada sisi sebelah wajah. Kondisi ini menyebabkan ketidakmampuan penderita menggerakkan separuh wajahnya secara sadar pada sisi yang lumpuh.

Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, diduga bell’s palsy disebabkan virus yang mengakibatkan peradangan saraf wajah hingga pelebaran pembuluh darah di sekitar saraf tersebut.

“Ada juga dugaan kondisi jaringan syaraf mengalami kekurangan oksigen yang ditandai kelumpuhan salah satu wajah dari sisi kanan atau kiri,” lanjut Diorita.

Bell’s palsy pada biasanya menyerang usia dewasa, wanita hamil, dan seringkali pada penderita diabetes. Pada wanita hamil, penyakit ini terjadi karena terdapat penambahan cairan tubuh karena kehamilan.

Tahapan penanganan

Bell’s palsy bersifat sementara. Gejala biasanya mulai membaik dalam beberapa minggu, dengan pemulihan lengkap dalam waktu sekitar enam bulan. Terdapat beberapa kriteria pada penyakit Bell’s Palsy, mulai dari Kriteria ringan sampai berat. Pada kriteria ringan, terapinya akan lebih cepat yakni selama dua minggu.

“Jika penyakit disebabkan oleh peradangan karena virus, maka dapat sembuh dengan sendirinya jika sistem kekebalan tubuhnya baik. Namun, ditemukan jugan penderita Bell’s palsy yang terjangkit hingga 6 bulan,” terang dr. Diorita.

Penanganan Bell’s palsy terbagi menjadi 2, tanpa obat (non farmakologis) dan dengan obat (farmakologis). Salah satu penanganan pertama non-farmakologis adalah dengan mengompres air hangat selama 15-20 menit di sisi yang lumpuh minimal 2 kali sehari.

Kalau ada keluhan pada mata, bisa diberi obat tetes mata dan mata ditutup dengan kain kassa untuk mencegah infeksi.

“Tutup mata jika ingin bepergian, atau gunakan kacamata,” lanjut dr. Diorita.

Sementara untuk farmakologis ialah dengan pemberian obat anti-radang dan antivirus. Selain itu juga diberikan vitamin B12 dosis tinggi.

dr. Diorita berpesan sebaiknya penderita langsung dibawa ke dokter jika terkena bell’s Palsy agar dapat ditangani dengan segera, lalu dilanjutkan dengan fisioterapi atau dikompres pada bagian muka yang lumpuh dan dilakukan pemijatan ringan. Sementara pada tahap bell’s palsy yang berat dan sangat mengganggu dapat dilakukan bedah rekonstruksi wajah.

“Jika sudah ada gejala awal perlu langsung ke tenaga kesehatan seperti dokter umum. Tidak harus ke spesialisasi syaraf. pengobatan di fase awal lebih efektif karena peradangan tidak bertambah lanjut dan fase pemulihan lebih cepat” imbuh dr. Diorita.

Mitos pendingin udara

Ada banyak informasi mengenai keterkaitan bell’s palsy dengan paparan pendingin udara (AC) yang berlebihan.

Menyangkut hal ini, dr. Diorita tidak dapat memberikan klarifikasi secara ilmiah karena belum pernah ada penelitian lebih laniut. Menurutnya, mungkin ada hubungan dengann imunitas, seperti jika badan sedang kurang fit lalu terkena paparan AC maka imunitas tubuh menurun, sehingga rentan terkena virus.

“Jadi bukan karena badannya terlalu dingin,” tegasnya.

Gejala Awal Bell’s Palsy. Beberapa pertanda awal penyakit bell’s palsy.

  1. Merasa tidak nyaman di wajah
  2. Mata sulit menutup
  3. Kesulitan mengunyah atau berkumur
  4. Fungsi pendengaran semakin sensitif (suara terdengar lebih keras)
  5. Masalah dalam berkedip hingga kesulitan menutup mata.
  6. Hilangnya kerutan di dahi

Bell’s Palsy Vs Stroke

Bell’s palsy, kata dr. Diorita, tidak menyerang bagian tubuh lain kecuali syaraf wajah bagian tepi. Sedangkan stroke yang terkena adalah inti syaraf wajah atau bahkan di atasnya, dalam ini di otak.

Namun, ada juga stroke yang memiliki gejala awal seperti bell’s palsy, tapi terdapat juga kelumpuhan di bagian wajah atau tubuh lainnya.

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button