Januari 2020Serba Serbi

Mengusir Ular dengan Garam, Mitos atau Fakta?

Banyak orang percaya, ular dapat ditangkal dengan garam. Benarkah?

Dilansir dari Kompas, Ketua Taman Belajar Ular Indonesia Erwan Supriadi atau akrab disapa Elang mengatakan, mengusir ular dengan garam hanyalah mitos belaka. “Ular itu bersisik, bukan berlendir jadi itu hanya mitos,” kata Elang.

Elang menjelaskan bahwa garam akan efektif jika digunakan untuk mengusir hewan berlendir layaknya lintah dan pacet, dan tak akan berpengaruh terpengaruh terhadap ular. Ia juga menelaskan bahwa sisik pada ular bahannya seperti kuku pada manusia yang terbuat dari keratin.

Elang juga sering memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menunjukkan pemberian garam yang membentuk lingkaran, kemudian diletakkan ular kobra pada bagian . Hasilnya, ular tersebut tetap melintas.

Mencegah

Untuk mencegah ular tidak masuk ke dalam rumah, Elang menyarankan caranya dengan tidak memberi akses untuk masuk.Misalnya dengan menutup saluran air dengan kawat baja, bukan alumunium, karena alumunium dapat dijebol oleh tikus. Lalu bisa juga dengan menutup ruang kosong antara ubin dengan pintu.

“Tutupi setiap celah agar ular tidak bisa masuk,” ujarnya.

Elang juga menceritakan bahwa pernah ada kasus ular masuk ke kap mobil, kemudian disemprot minyak wangi tetap tidak keluar. Untuk kasus ini, ia menyarankan upaya mengusir ular di kap mobil dengan obat semprot pengusir nyamuk. Alhasil, ular tersebut langsung keluar dalam sekali semprot. Dengan demikian dapat disimpulkan, ular tidak menyukai bau yang menyengat.

Elang juga mengingatkan untuk membersihkan atau mengurangi tumpukan ranting pohon, kayu, maupun, genteng di sekitar rumah. Setidaknya beri jarak berjarak tumpukan tersebut dua meter dari rumah agar ular tidak merambat. Tumpukan tersebut bisa didatangi tikus. Anda tahu bukan, kalau tikus adalah makanan ular?

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button