Januari 2020Kilas Internasional

Pangan Diet Sehat yang Populer Tahun 2020

Bukan cuma busana, bahan pangan dan bumbu untuk diet juga punya tren.

Pada 2019 ada saffron dan granola menjadi tren dan banyak diminati untuk dicampur bersama susu, buah-buahan, maupun masakan berkuah. Tahun 2020, muncul beberapa bahan pangan sehat yang diprediksi bakal diminati oleh para pelaku diet maupun mereka dengan gaya hidup menuju sehat.

Situs web Huffington Post melansir beberapa di antaranya.

“Sugar kelp”

Sugar kelp atau rumput laut gula adalah varian rumput laut terbaru yang dikembangkan oleh GreenWave di Long Island Timur.

Teksturnya mirip sayur kale dengan kandungan vitamin A, B1, B2, D, dan E. Ditambah lagi kandungan zinc, magnesium, yodium, potassium, dan kalsium yang tinggi membuat sugar kelp diprediksi menjadi incaran banyak pencinta kesehatan.

Salah satu yang membudidayakan sugar kelp adalah Sean Barrett, yang mengakui potensi sugar kelp sebagai komoditas pangan sangatlah besar.

“Pertumbuhannya sangat cepat dan diyakini punya khasiat nutrisi tinggi karena dibudidayakan di perairan yang bersih bersama pembudidayaan kerang. Tahun 2020, sugar kelp akan menggantikan kepopuleran sayuran kale,” ungkap Barrett.

Sugar kelp cocok diolah melalui proses pengeringan dan bisa dimakan langsung sebagai kudapan ringan, dimasukkan ke dalam sup, dimakan bersama salad, serta dicampur bersama mentega. Semua terasa nikmat dan gurih.

Ahli nutrisi Stefanie Sacks menilik potensi sugar kelp sebagai sumber nutrisi yang menyehatkan tubuh. “Kandungan berbagai macam mineral, termasuk kalsium, magnesium, fosfor, potassium, dan sodiumnya cukup tinggi untuk mencegah penyakit kelenjar tiroid,” jelas penulis buku “What the Fork Are You Eating” ini.

Sugar kelp, kata Sacks, diperkirakan juga kaya asam folat (vitamin B9) serta rendah kalori, rendah karbohidrat, dan rendah lemak.


“Chaga mushrooms” (jamur chaga)

Tampilan jamur chaga selayaknya jamur pada umumnya, malah bisa dibilang lebih mirip kayu bertekstur keras.

Jamur chaga kerap ditemui menempel di beberapa jenis kayu tertentu. Rekam jejaknya sudah lama diketahui para praktisi kesehatan sebagai penambah kekebalan tubuh.

Khasiat Jamur Chaga telah dibuktikan di sebagian besar daratan China dan Siberia. Peneliti Sloan Kettering mengungkapkan kepada publik jika jamur chaga dapat mencegah bibit kanker dalam tubuh. Temuan ini diperkuat oleh penemu racikan the Chaga Island, Bridget LeRoy.

Ada cara khusus agar jamur chaga berfungsi maksimal. Caranya dengan memasak beberapa bongkah jamur di air bersuhu rendah dalam waktu lama atau hingga warna air berubah menjadi warna coklat pekat. LeRoy menyarankan, jamur diolah dalam slow cooker agar manfaatnya lebih maksimal

Konsumsi terbaik jamur chaga dalam bentuk kaldu atau teh yang dicampur dengan kayu manis. Ekstraksi bubuk jamur dalam kapsul, menurutnya, malah mengurangi khasiat anti-inflamasi alaminya.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button