Info SehatJanuari 2020

Tetap Sehat Kala Musim Penghujan

Mengapa pada musim hujan banyak orang mudah terjangkit penyakit seperti batuk, pilek, diare, maupun demam berdarah dengue (DBD)?

dr. Eva Fahmiah, MPH dari RSAB Harapan Kita dalam talkshow di Radio Kesehatan menuturkan munculnya genangan air kala musim hujan menjadi media yang baik bagi kuman untuk berkembang.

Kelembaban udara, hawa dingin, dan sirkulasi udara di rumah yang kurang baik juga memicu mudahnya penularan penyakit.

Oleh karena itu, dr. Eva menekankan pentingnya menjaga asupan makan untuk menjaga imunitas tubuh. Hal ini dilakukan melalui konsumsi tambahan suplemen atau multivitamin. Namun, ia tetap menekankan lebih utama mengonsumsi makanan yang bergizi seperti buah dan sayur.

“Multivitamin bisa kita konsumsi melalui bahan alami seperti sayur dan buah. Kita mau pakai suplemen juga enggak apa-apa, tapi kalau asupan makan sudah bagus, itu sudah cukup untuk tubuh kita,” kata dr. Eva.

Penyakit saat musim hujan

Selain menjaga asupan, hal yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan.

“Ketika kita membersihkan lingkungan seusai hujan, sebaiknya kita harus pakai sepatu tertutup atau boot, masker, maupun sarung tangan. Karena kita terkadang tidak tahu jika di kaki kita ada luka, lalu kita bersentuhan dengan cairan atau air seni tikus lalu masuk ke tubuh. Itu juga bisa menjadi penyebab penyakit Leptosirosis,” katanya.

Ketika tubuh terinfeksi bakteri penyebab leptosirosis, gejala yang timbul antara lain demam, linu, muntah, diare, dan mata menguning. Jika mengalami hal tersebut, dr. Eva menyampaikan untuk segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapat tindakan lebih lanjut. Diagnosa akan penyakit ini memang memerlukan uji laboratorium. Untuk penanganannya sendiri, pasien akan mendapatkan antibiotik guna mematikan bakteri penyebab leptosirosis.

Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tentu juga seiring dengan upaya pencegahan penyakit DBD. Pemberantasan sarang nyamuk atau yang dikenal dengan PSN ini terdiri atas 3M (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang bekas). Sementara plus-nya adalah upaya pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan, menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, meletakkan pakaian bekas dalam wadah tertutup, menggunakan kelambu saat tidur atau menggunakan obat anti-nyamuk.

Penyakit berikut yang harus diwaspadai saat musim hujan adalah diare. Jika kita terkena penyakit ini tentu kita harus segera mengganti cairan elektrolit tubuh yang hilang dengan mengonsumsi larutan gula garam atau oralit.

Selain bisa dibeli dengan mudah di pasaran, dr. Eva memberitahu bahwa kita juga dapat membuat larutan gula garam sendiri di rumah. Kita dapat membuatnya dengan memasukkan 1 sendok teh gula dan sejumput garam ke dalam 200cc air putih.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *