Februari 2020Info Sehat

Dampak Mengonsumsi Teh Pada Anak

Masyarakat Indonesia menyukai minum teh, hal ini bisa dipahami mengingat banyak perkebunan teh tersebar di penjuru negeri. Kegemaran minum teh sekarang ini tidak hanya dilakukan orang dewasa namun anak-anak bahkan di usia balita sudah meminum teh.

Menurut Dr.Cut Nurul Hafifah,Sp.A, pada artikel berjudul “Amankah Anak Anda Mengonsumsi Teh?”, berdasarkan penelitian pada tahun 2013 diketahui mengonsumsi teh hijau dan teh hitam dapat menurunkan kadar kolestrol sehingga menurunkan risiko timbulnya penyakit jantung. Teh juga mengandung polyphenol yang bersifat anti-oksidan dan anti-radang yang berperan sebagai anti-kanker. Namun manfaat tersebut hanya dapat dipeoleh orang dewasa saja.

“Meski demikian kebanyakan penelitian tentang manfaat teh dengan kesehatan dilakukan pada orang dewasa. Manfaat teh pada anak masih belum jelas,” tulis dr. Cut sebagaimana dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk memperhatikan dampak apa saja yang dapat timbul ketika anak-anak dibolehkan minum teh. Berikut penjabaran atas dampak minum teh pada anak.

Teh mengandung stimulan dan bersifat diuretik

Teh mengandung sekitar 3% kafein, theobromine, dan teofilin yang semuanya merupakan suatu stimulan. Akibat efek stimulan ini, teh bisa membuat anak menjadi “hiperaktif”.

“Apabila anak anda cukup aktif atau sulit tidur, hindari memberikan teh pada anak anda,” saran dr. Cut.

Teh tidak mengandung zat gizi

Setelah meminum teh biasanya anak akan merasa kenyang dan tidak mau makan. Padahal teh tidak mengandung zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta hanya sedikit sekali mengandung mineral. “Hal ini bisa merugikan bagi anak-anak yang membutuhkan zat gizi lengkap untuk bisa tumbuh dan berkembang,” sebut dr. Cut.

Teh kemasan seringkali mengandung tinggi gula

Teh dalam kemasan biasanya telah ditambahkan gula yang cukup banyak. Satu botol teh isi 250 ml mengandung gula tambahan sekitar 20gram. Padahal organisasi kesehatan dunia WHO menyarankan asupan gula tambahan sebanyak 10% dari total kalori.

“Teh dalam kemasan yang banyak mengandung gula tambahan ini merupakan salah satu minuman yang dikaitkan dengan meningkatnya kejadian obesitas pada anak,” jelas dr. Cut.

Teh menghambat penyerapan zat besi

Menjadikan es teh manis sebagai minuman pendamping saat makan sebaiknya dihindari karena polyphenol dan fitat yang terkandung dalam teh menghambat penyerapan zat besi. Akibatnya tubuh kekurangan asupan zat besi yang dapat menyebabkan anemia atau kurang darah.

Dr. Cut mengatakan, anak-anak diperbolehkan untuk mengonsumsi air teh namun harus diperhatikan jumlah dan waktu saat memberikannya.

”Secara umum, sebetulnya teh tidak berbahaya bagi anak anda, tetapi manfaat konsumsi teh secara rutin pada anak belum terbukti. Perhatikan jumlah dan saat pemberian, yaitu di antara waktu makan dalam jumlah yang tidak berlebihan” tandasnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *