Februari 2020Media Utama

Kenali Ciri Gagal Tumbuh Kembang pada Anak

Dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A (K), dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita menjelaskan tentang ciri-ciri anak yang mengalami gagal tumbuh dan gagal berkembang.

Menurut Eva, langkah sederhana untuk mengetahui apakah si kecil mengalami gagal tumbuh adalah dengan melihat berat badannya, apakah terjadi kenaikan setiap bulannya.

“Ketika dia berat badannya tidak naik sama sekali, atau naik tetapi sedikit, tidak sesuai dengan target yang diharapkan, atau orangtuanya memplot sendiri pada grafik pertumbuhan bahwa grafiknya turun—atau malah datar—maka itu berarti sudah tanda-tanda bahwa dia mengalami gagal tumbuh,” ujar Eva.

Sementara, terkait perkembangan anak, Eva menyarankan agar orangtua melihat kemampuan anak sesuai usianya. Misalnya, kata Eva, saat anak memasuki usia 6 bulan belum dapat tengkurep padahal kakaknya ketika usia 6 bulan sudah bisa berguling.

“Jadi, orangtua tahu bahwa ada masalah dalam perkembangan anaknya. Tinggal nanti harus ke dokter untuk konfirmasi, ini hanya sekadar keterlambatan atau memang ada masalah yang lain, ada gangguan yang kita bilang,” jelas Eva.

“Red flags”

Pada perkembangan anak dikenal istilah red flags, yang merupakan tanda bahaya atau tanda bahwa seorang anak mengalami keterlambatan. Tahap perkembangan sendiri terdiri dari 4 ranah atau aspek: ranah motorik kasar, motorik halus, Bahasa, dan persona social. Tiap ranah perkembangan memiliki red flagsnya masing-masing.

“Kalau red flags ini orangtua mesti hapal, jadi yang paling mudah sebenarnya adalah pra skrining dijalankan. Kalau anak ini score-nya masih normal berarti aman. Jika score-nya sudah di bawah normal, pada saat itu kita katakan anak ini terlambat. Tetapi sekali lagi, itu berbeda-beda untuk setiap ranah perkembangan jadi nggak bisa digeneralisir,”terang Eva.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *