Maret 2020Serba Serbi

Asal Usul Teka Teki Silang

Mengisi Teka Teki Silang (TTS) menjadi aktivitas yang jamak dilakukan masyarkat Indonesia sejak 1970. Hampir semua media massa cetak menampilkan rubrik TTS. Bahkan kemudian muncul majalah khusus TTS dan buku TTS dengan model cetak stensil.

Dilansir tirto.id, TTS pertama kali muncul pada 1793-1975 di surat kabar The Stockton Bee di Amerika Serikat. Pada saat itu, TTS masih berupa permainan utak utik kata.

TTS dengan kotak-kota horizontal dan vertikal muncul pertama kali di majalah Italia, Il Secolo Illustrato della Domenica pada 1890, memakai kotak-kotak berjumlah empat tanpa kotak berarsir hitam, tapi sudah mengandung petunjuk mendatar dan menurun.

20 tahun kemudian TTS dengan format baru muncul di surat kabar New York World pada 21 Desember 1913 dibuat oleh Arthur Wayne, seorang jurnalis dari Liverpool. Wayne dikreditkan sebagai Bapak Teka Teki Silang, dan saat ini 21 Desember dirayakan sebagai hari Teka Teki Sedunia atau National Crossword Day.

Format TTS versi Wayne berbentuk berlian dan tidak melampirkan kotak-kotak diarsir hitam. Semua jawabannya ditulis secara mendatar dan jumlah pertanyaan sebanyak 31 butir. Pada edisi berikutnya, Wayne membuat beberapa inovasi baru yang antara lain berupa jawaban meninggi, serta memuat ruang-ruang kosong di tengah TTS tersebut.

Format buku

TTS dalam format buku muncul pada akhir 1920-an, diterbitkan oleh penerbit dari New York, Simon & Shuster Inc, dengan judul Crossword Puzzle Book Series. Selama satu dekade sejak kemunculannya, TTS telah diterbitkan hampir di semua surat kabar Amerika.

Di Eropa, TTS pertama kali muncul di majalah Pearson pada 1922 di Inggris. TTS versi Inggris dinilai jauh lebih sulit dari pada versi AS. Selain memiliki bentuk asimetri dengan hampir setengah bagian kotak sudah diarsir, versi ini juga diisi dalam keadaan terbalik atas-bawah.

Di Asia, TTS di Jepang lebih mengutaman estetika, ditunjukkan dengan mengolah setiap sudut dalam TTS menjadi kotak berwarna putih atau yang bisa diisi. Format ini dikenal dengan istilah nonogram atau kurang lebih berarti angka dan gambar.

Sepanjang periode usai Wayne menemukan permainan itu, TTS secara perlahan mengalami berbagai perubahan bentuk hingga seperti yang dikenal sekarang. Permainan ini pun melanglang buana sampai akhirnya dikenal di seluruh dunia.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button