Maret 2020Media Utama

Halo Kemenkes, 24 Jam Memberikan Informasi tentang Covid-19

Halo Kemenkes 1500567 dan 119 extensi 9 merupakan saluran telepon resmi pemerintah yang dapat diakses masyarakat untuk bertanya tentang Covid-19.

Sebagaimana dijelaskan oleh salah satu petugas call center Halo Kemenkes, Husen, ada perbedaan pesan telepon yang masuk ke call center Halo Kemenkes 1500567 dengan call center Covid-119 extensi 9. Kalau call center Halo Kemenkes lebih banyak melayani permintaan informasi tentang kesehatan—salah satunya Covid-19, call center 119 banyak menyampaikan pengaduan tentang pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kalau 119 banyak telepon masuk orang iseng—bisa lebih dari 50%, sisanya mereka serius mencari informasi. Mengapa? Bisa jadi karena call center 119 gratis, tidak berbayar. Sementara itu, call center Halo Kemenkes 1500567 berbayar, sehingga masyarakat yang menelepon yang benar membutuhkan informasi,” ujar Husen.

Lantas bagaimana dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenkes, yang mengimbau karyawan Kemenkes untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH)? Imbauan ini memberi pengecualian bagi petugas call center Halo Kemenkes 1500567 dan call center 119 ekstensi 9. Keduanya merupakan call center 24 jam, 7 hari seminggu, dengan tiga shift.

Integrasi

Sejak awal Maret 2020, call center Halo Kemenkes 1500567 diintegrasikan dengan call center 119. Call center Halo Kemenkes 1500567 semula mempunyai 6 PC, kemudian 3 PC-nya diintegrasikan dengan call center 119 sebagai call center COVID 19.

Menurut koordinator Halo Kemenkes, Ika Febriyana, yang bertugas menyusun jadwal kerja petugas, ada petugas yang bekerja 10-12 hari baru libur. Sebelum ada pandemi Covid-19, mereka mendapat jatah 2 hari libur kerja dalam satu pekan. Lonjakan jumlah hari kerja tanpa libur normal ini membutuhkan stamina yang prima. Agar tetap sehat melayani masyarakat, maka suplemen tambahan selalu dikonsumsi.

“Alhamdulillah hingga akhir Maret, semua petugas dalam keadaan sehat. Pernah ada beberapa anggota kami yang deman, batuk, dan pilek. Setelah istirahat 2 hari, mereka sudah dapat bekerja kembali,” jelas Ika.

Ika menambahkan, sejak pertengahan Maret 2020 ada tambahan 10 agen dari TNI/POLRI yang merupakan utusan dari Satgas Penanggulangan Covid-19. Mereka langsung mendapat training dari petugas Halo Kemenkes, baik dalam penggunaan peralatan maupun konten terkait Covid-19.

Menurut Martin, salah satu agen Halo Kemenkes, sejak pandemi Covid-19 terjadi, lonjakan permintaan informasi kesehatan, termasuk yang menyangkut Covid-19. Sebelum Covid-19, maksimal jumlah permintaan informasi 100 permintaan/ shif. Sekarang lebih 200 permintaan/shit, terutama pagi dan siang. Ini khusus permintaan dari telepon, belum dari kanal SMS, email, Whatsapp, dan media sosial.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *