Maret 2020Media Utama

Indonesia Pelajari Kemampuan Thailand Tangani COVID-19

Sejak diumumkan kasus pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020, Indonesia jadi jadi negara ketujuh di Kawasan Asia Tenggara yang memiliki kasus COVID-19.

Sebelum kasus pertama terjadi, Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara lain, khususnya yang memiliki kasus positif COVID-19 seperti Thailand, Singapura, dan Filipina.

Khusus Thailand, Indonesia menilainya menjadi salah satu acuan pembelajaran karena cukup berpengalaman menangani kasus ini sejak menjadi negara pertama di luar China yang memiliki kasus positif virus corona.

Oleh karena itu, sebanyak 13 orang Delegasi Republik Indonesia (Delri) dari Kementerian Kesehatan bersama perwakilan WHO Indonesia yang dipimpin Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr. dr. Vivi Setyawati,M.Biomed, melakukan studi banding ke Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) Kementerian Kesehatan Masyarakat (MOPH) Thailand di Bangkok pada Jumat (6/3/2020).

Pada kesempatan tersebut, utusan Kemenkes melakukan observasi terhadap upaya koordinasi dan tata laksana kegawat-daruratan yang dilakukan oleh Thailand di bawah Sistem Manajemen Insiden (Incident Management System) dalam merespons Kejadian Luar Biasa COVID-19 di negaranya.

“Kunjungan ini untuk melihat apakah ada yang bisa di-improve dari PHEOC kita supaya lebih bisa memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat,” ujar Vivi usai mengunjungi Pusat Operasi Emergensi (EOC) DDC MOPH Thailand.

Dalam hal penanganan penyakit, khususnya penyakit menular, Thailand memiliki pengalaman mengatasi beberapa penyakit menular seperti yaws pada tahun 1950. Mereka juga berhasil menanggulangi lepra, filariasis hingga memperoleh sertifikat bebas polio dari WHO pada tahun 2014.

Pengalaman

Sejak diketahui kasus pertama virus corona baru di Wuhan Tiongkok pada akhir Desember 2019, Thailand langsung mengaktifkan pusat operasi kedaruratan (Emergency Operations Center/EOC) pada 3 Januari 2020. Sejak saat itu, intensitas kegiatan surveilans di lapangan terus ditingkatkan, baik di 68 pintu masuk negara maupun di tingkat komunitas.

Dr. Soawapak Hinjoy, Direktur Kerja Sama Internasional MOPH Thailand, menjelaskan bahwa sistem pengendalian penyakit yang dilakukan oleh Kemenkesmas Thailand dibagi menjadi 2 bagian utama: sistem pengendalian penyakit untuk ketahanan nasional dan centers of excellence.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *