Maret 2020Serba Serbi

Mengubah Wajah Dunia dengan Cuci Tangan

Google pada Jumat (20/3/2020) menampilkan Ignaz Phillip Semmelweis sebagai tokoh Google Doodle. Ignaz Semmelweis memiliki peran yang sangat besar dalam menurunkan angka kematian yang tinggi ibu di Eropa pada awal abad ke-19.

“Ia memperkenalkan cara mencuci tangan dengan klorin dan lemon untuk para dokter yang sehabis menangani otopsi. Dikutip dari The Guardian, langkah ini berhasil menurunkan angka kematian akibat demam nifas dari setinggi-tingginya 18% bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan menjadi 1%,” demikian keterangan dari laman Katadata.

Mencari penyebab

Ignaz Phillip Semmelweis lahir di Hungaria pada 1 Juli 1818. Fenomena kematian ibu pasca-melahirkan mengusik jiwa kemanusian Semmelweis untuk mencari penyebabnya. Sebagaimana keterangan dari New Scientist, saat itu masyarakat Eropa mempercayai penyebab kematian pada ibu yang melahirkan adalah miasma bacteria yang berasal dari selokan dan tumbuh-tumbuhan.

Ditulis BBC, Ignaz Semmelweis melakukan pengamatan terkait kematian ibu pasca-melahirkan di dua rumah sakit. Rumah sakit pertama, proses persalinan dilakukan oleh dokter; sedangkan di rumah sakit kedua, bidan yang berperan membantuk proses persalinan.

Hasil temuannya, kasus kematian ibu pasca-melahirkan di rumah sakit yang ditangani oleh para dokter lebih tinggi daripada di rumah sakit bersalin yang ditangani bidan.

Ada dua penyebab hal tersebut dapat terjadi. Pertama, cara penanganan saat proses bersalin di mana bidan melakukan dengan cara yang lembut sehingga dapat mengurangi potensi luka. Sementara dokter saat itu melakukan dengan cara yang kasar sehingga menimbulkan luka atau robekan yang lebih besar di area vagina hingga rahim.

Kedua, dalam sebuah pengamatan yang dilakukan Semmelweis, didapati seorang dokter yang baru saja melakukan otopsi jenazah langsung menangani proses persalinan tanpa cuci tangan, sementara bidan tidak pernah melakukan proses otopsi terhadap jenazah.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button