Maret 2020Potret

RSUP Persahabatan dan Upaya Pulihkan Pasien COVID-19

Salah satu rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan.

“Saat ini kami mendapat rujukan dalam satu hari, menerima sekitar 40 – 80 pasien, sehingga kami harus memilah pasien yang bisa kami terima untuk bisa kami sesuaikan dengan kasusnya,” kata Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS melalui keterangan tertulis.

RSUP Persahabatan membagi 3 kasus rujukan yang diterimanya: Kasus ringan sekitar 30 – 40 %, kasus sedang 30-60 %, kasus berat 10-15 %. Namun, karena keterbatasan sarana prasarana, tidak semua pasien yang dirujuk ke RSUP Persahabatan bisa ditangani di sana.

“Dari kasus rujukan tersebut, yang dapat kami tangani kurang lebih 12-15 %,” ungkap Rita.

Sarana

RSUP Persahabatan yang memang merupakan rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi menular sudah memiliki sejumlah fasilitas untuk pasien COVID-19. Sarana tersebut berupa ruang isolasi yang sebelumnya disiapkan untuk kasus-kasus pasien new-emerging dan re-emerging, yaitu ruang PINERE (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) dengan kapasitas terbatas.

“Saat pertama, kami hanya mempunyai 6 ruangan untuk menangani kasus new-emergine. COVID-19 ini masuk dalam kelompok new-emergine, di mana 6 tempat tidur tersebut, dua mempunyai kapasitas untuk ICU,” jelas Rita.

Awal mula menerima pasien COVID-19, RSUP Persahabatan hanya menyiapkan 24 tempat tidur dengan satu ruang Isolasi, tapi dengan adanya peningkatan kasus COVID-19, RSUP Persahabatan telah melakukan perluasan bertahap. Di antaranya dengan mengubah ruangan yang biasanya digunakan untuk pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) menjadi ruang perawatan pasien COVID-19, sedangkan pasien TB-RO dirujuk ke rumah sakit lain.

Menurut Rita, RSUP Persahabatan kini sudah bisa menampung hingga 100 tempat tidur. Rita optimistis dengan sumber daya manusia yang ada, RSUP Persahabatan dapat meningkatkan kapasitas hingga 200 Tempat Tidur.

“Ini kami lakukan dengan melihat kondisi kekuatan SDM dan kekuatan sarana dan prasarana yang kami bisa siapkan. Untuk kasus COVID-19 ini ruangannya pun kami ubah menjadi ruangan isolasi sesuai dengan standar,” jelas Rita.

RSUP Persahabatan juga menyiapkan poliklinik khusus untuk pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dalam pemeriksaan poli ODP ini tidak semua pasien akan dirawat, RSUP Persahabatan akan menyeleksi pasien yang memiliki indikasi kasus ringan, sedang, dan berat atau disebut juga dengan triase.

“Sehingga kita menemukan dari poli ODP kasus ringan, kami akan rujuk ke RS Wisma Atlet, bila ditemukan kasus sedang atau berat maka ini adalah indikasi untuk dilakukan perawatan di rumah sakit,” terang Rita.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button