LenteraMaret 2020

Tetap Bersama-Nya, Meski Dibatasi untuk ke Mana-Mana

Sepi. Begitulah kondisi mal, bioskop, dan tempat-tempat ibadah dalam kurun waktu terakhir.

Banyak orang berdiam diri di rumah untuk menekan penyebaran Covid-19. Bersekolah dan mengerjakan tugas atau pekerjaan dari rumah. Beberapa juga harus berhadapan dengan bermacam keadaan, seperti jenuh dan stres karena ruang gerak serta aktivitas yang terbatas.

Jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota lain di dunia pun lengang. Kendaraan yang melintas hanya dalam hitungan jari, sesuatu yang terbilang langka. Luar biasa.

Dengan izin-Nya, Covid-19 telah mengubah dunia ke bentuk yang tidak terduga. Dari yang semula inggar bingar menjadi sunyi. Tak terlihat kerumunan manusia. Tidak juga terdengar suara alunan musik, kendaraan, dan pengeras suara kendaraan yang bersautan. Semua hilang ditelan pandemi covid-19.

Merenung

Setelah semua itu, kemudian lahir kecemasan, ketakutan, kejenuhan, dan mungkin rasa frustasi dan putus asa.

Kesepian adalah salah satu hal yang ditakuti manusia. Ini adalah keadaan yang gelap, hanya seorang diri, tak punya seseorang untuk diajak berkomunikasi. Seperti orang tua yang ada di tengah keramaian, tapi tak seorang pun yang peduli. Semua terlihat dekat, tapi sibuk dengan urusan masing-masing.

Bila mau merenung, pandemi Covid-19 mengajarkan kita banyak hal.

Ini adalah saat kita mengenal-Nya lebih dekat.

Selama ini manusia merasa berkuasa, hebat, dan berpengetahuan tinggi, sehingga melupakan-Nya.

Manusia sudah banyak menemukan solusi atas banyak persoalan. Kendala jarak dan waktu dapat dipangkas. Contoh, mengirim berita dan uang hanya hitungan detik, sekali pun jaraknya ribuan kilometer. Banyak pula urusan diselesaikan hanya dengan sentuhan jari pada gadget.

Semua kehebatan itu lumpuh oleh pandemi Covid-19. Manusia tak mampu menghentikan penyebarannya. Jutaan profesor tak berdaya. Ratusan negara kalang kabut, tak dapat menghentikan kasus positif covid-19 yang melonjak drastis tak terduga.

Manusia kemudian terperanggah, panik, dan tak berdaya menghadapinya.

Semoga ini menjadi titik balik untuk menyadarkan manusia yang tak punya kuasa apa-apa, sedikit ilmu dan banyak khilaf-salah.

Semoga ini menjadi hari-hari penuh khusu’ untuk instrospeksi diri dan mohon ampun pada-Nya, seraya banyak doa dan berharap akan pertolongan-Nya. Ikhtiar sekuat tenaga dan sepenuh sumber daya. Semoga covid-19 segera reda.

Terpenting, sebagai manusia, jangan sampai frustasi dan putus asa. Sumber harapan itu masih ada dari Sang Pencipta. Bila selama ini jauh, kesempatan untuk mendekat, sedekat-dekatnya. Jika selama ini merasa hebat, nyatakan manusia tak punya kemampuan apa-apa, tak berdaya, karena semua ini hanyalah dari-Nya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *