April 2020Profil

Dr. Budi Sylvana, MARS : Berkawan Dengan Situasi Krisis Sejak Awal Karier

“Halo, Pak Menkes, saya Budi, Pusat Krisis Kesehatan, Bapak. Saya bersama teman-teman WNI dari Wuhan. Insya Allah kami dalam keadaan sehat. Pagi ini kami sehabis berolahraga, Bapak.”

Itulah sedikit penggalan laporan singkat yang disampaikan oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan, dr. Budi Sylvana, MARS, kepada Menteri Kesehatan, Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K)., melalui video singkat pada awal Februari 2020.

Video tersebut diambil saat pria yang akrab disapa Budi ini tergabung dalam tim kesehatan yang mendampingi observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau selama 14 hari terkait dengan Covid-19. Budi juga sempat tergabung dalam tim kesehatan yang mendampingi ABK kapal World Dream saat diobservasi di Pulau Sebaru Kecil.

Budi menceritakan pengalamannya bertugas yang hampir selalu berkutat di situasi krisis dan kegawat-daruratan. Di ruang kerjanya bahkan tersedia tempat tidur darurat dan berbagai peralatan untuk bertugas dalam dua koper besar.

“Sebelum bulan Ramadhan saya hampir setiap hari tidur di kantor untuk memantau perkembangan kasus Covid-19 dan memeriksa setiap permohonan bantuan APD dari berbagai rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan,” ujar Budi.

Bukan hal baru

Budi mengungkapkan, sejak awal kariernya ia sudah akrab dengan situasi krisis dan gawat darurat, sehingga apa yang dijalaninya saat ini bukanlah hal yang baru. Ia menceritakan pertama kali ditugaskan sebagai dokter pada tahun 2002, dirinya ditempatkan di Provinsi Aceh yang saat itu sedang berstatus darurat militer.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *