April 2020Media Utama

Menghentikan Wabah Dengan Tetap Di Rumah

Tetap di rumah menjadi kunci sukses menekan penularan COVID-19. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Achmad  Yurianto menegaskan hal ini pada jumpa pers jarak jauh, di kantor BNPB, Jakarta, 13 April 2020.

Menurut Yuri, menteri kesehatan menyetujui permintaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk seluruh klaster di Jabodetabek.

“Artinya, seluruh klaster epidemiologi di Jabodetabek sudah dalam satu sistem yang integral,” terang Yuri.

Hingga saat ini faktor pembawa penyakit COVID-19 adalah manusia. Oleh karena itu, pergerakan aktivitas sosial seseorang memungkinkan terjadinya pemindahan penyakit ini dari satu tempat ke tempat lain. 

“Ada kelompok masyarakat yang rentan karena tidak bisa melindungi dirinya, karena tidak menggunakan masker, karena tidak menjaga jarak secara fisik. inilah yang kemudian memberikan ruang besar bagi terjadinya penularan di luar rumah sakit,” kata Yuri.

Dengan demikian, mutlak bagi kita untuk membatasi mobilitas sosial agar risiko menularkan atau risiko tertular bisa ditekan.

Yuri mengimbau semua pihak untuk saling bergotong-royong, bertenggang-rasa, dan saling melindungi dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah dalam menjalankan PSBB.

Mereplikasi dan bermutasi

Sifat virus SARS-CoV-2 mampu berkembang biak dengan mereplikasi diri dan sering bermutasi. Akan sangat rentan apabila orang yang tidak patuh untuk tetap tinggal di rumah, terpapar berulang-ulang oleh pembawa virus yang lain. Secara klinis gambaran virolog, jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh akan berpengaruh terhadap gambaran keluhan klinis.

“Semakin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh kita, maka akan semakin berat gejala fisik yang muncul. Oleh karena itu, seluruh dunia sepakat untuk mengatakan tinggal di rumah agar paparan virus ini tidak semakin hari semakin banyak, yang nantinya akan berimplikasi pada keluhan fisik yang semakin jelek,” jelas Yuri.

Sekadar catatan, hingga 27 April 2020, data dari portal worlddometer menyebutkan kasus COVID-19 telah ada di 210 negara dan teritori di seluruh dunia serta 2 alat angkut internasional.  Daftar negara dan wilayah serta klasifikasi kontinental regional ini didasarkan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button