April 2020Newsflash

Menteri Kesehatan RI Menjadi Ketua Kerja Sama Kesehatan ASEAN 2020-2021

Indonesia secara resmi menjadi ketua kerja sama kesehatan, The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) periode tahun 2020 – 2021 yang ditandai dengan surat penyerahan keketuaan dari Menteri Kesehatan Kerajaan Kamboja H.E Prof. Mam Bunheng kepada Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Pur.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI, per tanggal 20 Maret 2020. Keketuaan ini ditandai dengan pengibaran bendera negara anggota ASEAN dan organisasi ASEAN di halaman Kemenkes.

Menengok sejarah pembentukan ASEAN, Indonesia merupakan salah satu negara penggagas dan kerja sama ini ditandai dengan ditetapkannya Deklarasi Bangkok pada 1967. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-9 di Bali tahun 2003, menyepakati pembentukan komunitas ASEAN dalam bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya yang kemudian dikenal sebagai Bali Concord II. Dalam perkembangannya, ASEAN menjadi lingkaran pertama politik luar negeri Indonesia.

Peran Indonesia memimpin kerja sama kesehatan ASEAN ini sangat penting mengingat terdapat dua hal utama yang mendesak untuk diselesaikan yaitu:

  1. melakukan evaluasi pelaksanaan kerja sama kesehatan negara anggota ASEAN 2016 – 2020 dan menyusun dokumen rencana kerja sama kesehatan dalam lima tahun mendatang (2021 – 2025) serta mengawal pelaksanaanya
  2. mendorong penyelesaian implementasi Cetak Biru Masyarakat Sosial – Budaya ASEAN 2016 – 2025 melalui pengembangan dan pelaksanaan ASEAN Post – 2020 Health Development Agenda untuk 2021 – 2025.

Dengan mengusung tema Advancing the Achievement of ASEAN Health Development Indonesia akan fokus pada pencapaian tujuan ASEAN bidang kesehatan melalui proyek kerjasama yang konkrit dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahateraan masyarakat di kawasan ASEAN dengan menggandeng dukungan dari mitra pembangunan, baik dari negara sahabat maupun organisasi internasional.

Dalam masa pandemi COVID-19, peran Indonesia sebagai ketua lebih menonjol karena harus mampu memimpin negara anggota ASEAN untuk mengambil langkah bersama dalam penanggulangan COVID-19. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Indonesia melaksanakan dan memimpin pertemuan dalam format virtual, baik di tingkat menteri, pejabat tinggi, maupun tenaga ahli dengan melibatkan negara mitra dialog dan mitra pembangunan, seperti RRT, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Italia, dan Uni Eropa.

Hasil koordinasi melalui video conference mendapatkan manfaat antara lain informasi terkait best practicesd alam pencegahan, deteksi, dan respon, termasuk mendapatkan dukungan bantuan berupa alat kesehatan dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan COVID-19.

Adapun kejadian tak terduga pandemi COVID-19 selama masa keketuaan Indonesia ini dimaknai sebagai tantangan bersama yang akan mempererat solidaritas dan komunikasi antar negara anggota, serta menajamkan kerja sama, khususnya dalam merespon ancaman kesehatan masyarakat yang berpotensi pandemi. Peran Indonesia menjadi lebih menonjol karena harus mampu memimpin negara anggota ASEAN untuk mengambil langkah bersama dan mengoordinasikan respon kolektif ASEAN dalam penanggulangan COVID-19. Pengalaman ASEAN dalam mengatasi pandemi COVID-19 ini nantinya akan membentuk arah baru dan focus kerja sama kawasan dalam kesiapsiagaan dan respon pandemi.

Menjadi Ketua ASEAN

Dalam kondisi pandemic tentu saja bukan hal mudah karena semakin banyak tuntutan untuk mempercepat pelaksanaan inisiatif baru ditengah keterbatasan. Namun, melihat dari sisi baiknya, sebagai ketua sektor kesehatan ASEAN, Indonesia dapat mendorong kerja sama regional untuk melengkapi upaya nasional, bukan hanya untuk negara kita, tetapi juga untuk negara – negara di kawasan. “One Vision, One Identity, One Community.”

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button