Kilas InternasionalMei 2020

Apa Kata Dunia Tentang Mudik

Mudik sudah menjadi tradisi, apalagi saat momen Lebaran. Bukan cuma di Indonesia, dan bukan cuma saat Idul Fitri, tradisi ini juga ada di negara lain. 

Mengutip IDN Times dan beberapa sumber lain, berikut ini tradisi mudik unik di beberapa negara lain.

Malaysia

Malaysia memiliki tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sama seperti Indonesia, penduduk Malaysia mayoritas muslim. Dengan demikian, kemeriahaan saat mudik Lebaran sangat terasa. Mereka yang mudik adalah warga yang merantau ke kota untuk bekerja. Bedanya, Malaysia tidak mengenal istilah mudik atau pulang kampung, melainkan Balik Kampung.

India

Mudik di India terjadi saat Festival of Lights (Dilwali atau Devpali), yang biasanya dirayakan pada bulan Oktober atau November. Festival Diwali dirayakan selama lima hari berturut turut berdasarkan kalender Hindu bulan Ashwayuja. Festival ini menandakan kembalinya Dewa Rama dan Dewi Shinya ke Ayodha. Tradisi unik Dilwali adalah di mana setiap rumah dan jalanan dihiasi oleh lampu tradisional. Tradisi unik lainnya yang hadir adalah bagi-bagi mithai atau makanan manis klasik india seperti lado, barfis, pedas, dan jalebis.

Turki

Sebagai negara muslim, Turki juga merayakan Idul Fitri atau dengan nama lain Seker Bayram. Lumrahnya, mudik pun menjadi tradisi pada saat perayaan Seker Bayram. Saat berjumpa dengan sesama muslim selama Lebaran, mereka akan saling mengucapkan salam “Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayraminiz Mubarek Olsun”. Ketiganya memiliki arti yang hampir sama yaitu selamat merayakan Hari Raya Bayram. Tradisi unik yang dilakukan adalah mengantarkan manisan saat Hari Bayram, karena Lebaran di Turki dinkmati dengan berbagai makanan manis.

China

China merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, dan mayoritas masyarakatnya memeluk agama Konguchu, Tao, dan Budha. Tradisi Mudik di negara ini biasanya terjadi pada saat Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China. Tahun baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar karena perayaan Imlek sendiri dilaksanakan selama 15 hari yang ditutup dengan cap go meh. Tradisi unik saat perayaan imlek adalah menggatungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu serta membakar kembang api, berkumpul bersama keluarga, makan kue keranjang dan membagi angpau pun menjadi tradisi saat perayaan Imlek.

Korea

Budaya mudik di Korea bisa dilihat saat Chuseok atau festival musim panen, atau hangawi (hari besar di tengah musim gugur). Chuseok juga merupakan kesempatan masyarakat Korea untuk mengucap syukur kepada arwah leluhur, melakukan ritual seperti Charye dan Seongmyo dan menghabiskan waktu dengan makan dan minum bersama keluarga. Santapan khas saat Chuseok yaitu kue Songpyeon yang terbuat dari tepung beras yang berisi kacang atau wijen.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *