LipsusMei 2020

Kondisi Kesehatan Jiwa Pada Masa Pandemi

Secara universal, definisi kesehatan juga mencakup kesehatan jiwa seseorang. Oleh karena itu, hal tersebut juga mendapatkan perhatian pada masa pandemi Covid-19. Artis Dian Satro Wardoyo menyoroti hal ini di tengah maraknya anjuran untuk tetap di rumah aja.

Mengutip Republika, Dian mengatakan dalam media sosialnya, “Dengan kita tetap di rumah, kita memang terhindar dari bahaya fisik tertular penyakit, tapi ada bahaya kesehatan mental. Kita semua bosan, bete, stres dengan ketidakpastian karena enggak bisa keluar rumah.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan perhatian yang diberikan Kementerian Kesehatan. Melalui buku “Pedoman Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) pada Pandemi COVID-19”, diharapkan persoalan kesehatan jiwa yang muncul di masa pandemi ini dapat teratasi.

“Kami sangat berharap buku ini dapat bermanfaat dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa dan psikososial yang timbul akibat bencana non-alam ini, sehingga dapat menjadi pedoman bagi seluruh tenaga kesehatan di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.”

Demikian pengantar yang disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes, Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH dalam buku setebal 64 halaman tersebut.

Kelompok rentan

Kelompok rentan terdampak pada kesehatan jiwa dan psikososial akibat infeksi Covid-19 setidaknya terbagi dalam dua kelompok besar: kelompok yang rentan terinfeksi dan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, karena tidak terjangkau dengan pelayanan jarak jauh.

Dalam buku DKJPS disebutkan, orang yang termasuk dalam kelompok rentan terinfeksi adalah lansia, penderita penyakit kronik (komorbid: penyakit paru dan penyakit pernapasan lainnya, jantung, hipertensi, ginjal, diabetes, autoimun, kanker), anak dan ibu hamil, disabilitas fisik, ODMK, dan ODGJ. Sementara itu, kelompok yang membutuhkan perhatian khusus di antaranya pengungsi, pencari suaka, anak yang berhadapan dengan hukum, dan kelompok yang terlantar atau yang tinggal di institusi sosial.

“Pada pedoman ini akan dijelaskan tentang kelompok lansia, orang dengan penyakit kronis, Ibu hamil dan nifas (Post Partum), anak dan remaja, orang dengan disabilitas fisik, ODMK, ODGJ, keluarga pra sejahtera dan pekerja di garis depan (tenaga kesehatan dan relawan),” demikian keterangan dalam buku tersebut.

Berikut ini ringkasan mengenai mereka yang rentan kesehatan jiwanya pada masa pandemi Covid-19, serta upaya dan dukungan yang perlu diberikan.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button