Info SehatMei 2020

Metode CAPD, Terapi Alternatif Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal merupakan penyakit katastropik yang secara global menjadi beban mortalitas dan morbiditas. Penyakit ini juga berkontribusi terhadap beban biaya kesehatan sebuah negara. Meningkatnya jumlah lansia dan penyakit tidak menular berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi gagal ginjal. 

Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan, prevalensi penduduk Indonesia yang menderita gagal ginjal sebesar 0,2%. Angka tersebut meningkat dalam data Riskedas tahun 2018 menjadi 3,8%. Sementara itu, kasus gagal ginjal berdasarkan data BPJS Kesehatan mencapai 1.784.962 orang pada 2018.

Terapi

Dari hasil penelitian Komite Penilaian Teknologi Kesehatan Kemenkes 2015, terdapat tiga jenis metode terapi bagi para penyintas gagal ginjal kronis: hemodialisis, dialisis peritoneal, dan transplantasi ginjal.

Banyak studi menunjukkan bahwa transplantasi ginjal merupakan terapi terbaik bagi pasien gagal ginjal, tetapi kelangkaan organ hidup dan kurang diterimanya penggunaan donor membatasi pilihan pasien hanya pada hemodialisis (cuci darah) dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau CAPD (cuci darah lewat perut).

Di Indonesia, metode hemodialisis merupakan metode yang biasa digunakan penyintas gagal ginjal kronis. Hemodialisis dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan mesin khusus hemodialisa dan dibantu tenaga kesehatan.

Beberapa tahun terakhir metode CAPD mulai dikenalkan di Indonesia sebagai alternatif terapi bagi penyintas gagal ginjal kronik. Berdasarkan penelitian Komite Penilaian Teknologi Kesehatan Kemenkes tahun 2015, metode CAPD sebagai terapi pertama dinilai lebih cost-effective dibandingkan metode hemodialysis, sehingga dapat mengurangi beban ekonomi kesehatan.

Selain itu CAPD  juga meringankan beban biaya operasional pasien untuk pergi ke fasiltas pelayanan kesehatan menjadi lebih efisien. Sekadar catatan, pada 2018 penyakit gagal ginjal menyedot biaya terbesar kedua setelah penyakit jantung pada program Jaminan Kesehatan Nasional.

1 2 3Laman berikutnya

Utami Widyasih

Abdi Negara, Ibu satu anak, Gemar memasak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *