DaerahJuni 2020

PMT Daun Kelor Besutan Posyandu Mandalasari

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bayi usia di atas 6 bulan menjadi salah satu momen yang penting dalam tumbuh kembang bayi. Pilihan jenis PMT yang tepat harus dilakoni tiap orang tua. Posyandu Mandalasari di Bali mengembangkan PMT dengan bahan daun kelor yang bergizi.

Posyandu Mandalasari mengembangkan pemberian makan tambahan (PMT) dari daun kelor di dusun Mandalasari, Denpasar, Bali. Pohon kelor menjadi perhatian khusus bagi warga Banjar/Dusun Mandalasari, Denpasar, Bali. Sebab daun kelor menjadi salah satu jenis sayuran yang murah dan tersedia di dusun Banjar ini. Selain itu, daun kelor juga mempunyai gizi tinggi yang dibutuhkan anak anak, terutama balita.

Hal ini dijelaskan Kepala Paud Mandala Kumara, Ni Made Sulastri, SE kepada mediakom dan rombongan media massa nasional kesehatan, 24 April 2019 di Denpasar, Bali.
Posyandu dan paud ini juga telah mampu mengeduaksi orang tua wali murid menggunakan daun kelor sebagai pemberi makan tambahan (PMT) anak dengan berbagai macam jenis makanan.

“Awalnya berupa puding, kemudian berkembang menjadi nugget dan sub. Daun kelor merupakan makanan bergizi, murah dan mudah, karena bahannya mudah ditemukan disekitar lingkungan”, kata Made. Menurutnya, dari berbagai macam makanan tambahan yang diproduksi posyandu dan masyarakat, anak anak paling menyukai puding dan sayur sop, kemudian olahan dalam bentuk nugget.

“Kami, setelah memenangkan lomba, tidak lantas berhenti, tapi terus berinovasi mengembangkan apa yang terbaik untuk masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat”, jelas Made.

Untuk mendukung kelestarian PMT dari bahan baku daun kelor, kader posnyandu beberapa kali mengadakan demo masak sehat berbahan daun kelor. Sehingga masyarakat semangat menanam daun kelor dan memasaknya.

Menurut Dewi, kader Posnyandu Kumara, bahwa masyarakat terutama wali murid, kader PKK dan masyarakat sudah teredukasi pentingnya makan sayur, terutama untuk anak-anak balita. Sekarang sudah menjadi budaya menanam pohon kelor dan mengolahnya untuk PMT. Menurutnya, daun kelor mempunyai nilai gizi tinggi. Daun kelor per porsi, mengadung energi, protein, lemak, karbohidrat dan besi.Ni Made mengatakan selain kembangkan PMT daun kelor, Posyandu Mandala Sari dan Paud Mandala Kumara juga menjadi Pemenang Lomba Ayo Minum Air (AMIR) tingkat nasional Januari tahun 2018, bekerja sama dengan perusahaan air minum Danon sebagai sponsornya.

“Prestasi ini telah mengubah kebiasaan anak paud yang semula terbiasa minum air berwarna, kini sudah terbiasa minum air putih, sehingga anak-anak menjadi lebih sehat”, jelas Made.

Editor : Prima Restri

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *