Info SehatMei 2020

Warna Kuku Dan Pertandanya

Meski berukuran kecil, kuku bisa menunjang penampilan seseorang. Kuku yang sehat menandakan kondisi tubuh seseorang juga dalam keadaan yang baik.

Kuku yang sehat berwarna merah muda dan bercahaya. Kuku juga tampak kuat, tumbuh dengan mudah dan normal, serta akan melengkung sedikit ketika ditekan (tidak keras).

Mengutip theasianparent, perubahan warna kuku bisa menandakan kondisi tubuh yang lebih serius.

Kuku kuning

Kondisi ketika kuku berwarna kuning atau kehijauan dengan kuku yang tampak tebal. Kuku kuning juga tampak tidak memiliki kutikula dan lunila (warna putih berbentuk bulan sabit di pangkal kuku yang biasanya terlihat di ibu jari dan jempol kaki).

Sindrom kuku kuning menandakan kuku tidak dapat tumbuh dengan benar akibat kondisi paru-paru yang disebut bronchiectasis. Bisa juga disebabkan penyakit limfatik. Permasalahan pada sistem limfatik mempengaruhi sirkulasi yang mencegah oksigen, nutrisi, dan darah mencapai ekstremitas (tangan dan kaki) yang mengakibatkan pertumbuhan kuku terganggu.

Kuku putih

Kondisi ketika bagian kuku yang paling dekat dengan kutikula berwarna putih, dan bagian distal (bagian terjauh yang masih menempel pada kuku) berwarna merah muda, disebut sebagai kuku setengah-setengah (kuku lindsey).

Warna kuku ini mengindikasikan gagal ginjal. Namun, jika dua-pertiga bagian kuku berwarna putih dan hanya ujung kuku yang berwarna merah muda bisa mengindikasikan sirosis, gagal jantung kongestif, atau diabetes mellitus.

Ada garis coklat atau hitam

Garis coklat gelap atau hitam di sepanjang kuku, disertai pertumbuhan kuku yang menyakitkan bisa jadi menandakan melanoma pada kuku. Ini merupakan jenis kanker yang biasanya terdapat pada kulit, tapi dapat timbul juga pada kuku.

Biasanya melanoma subungual hanya mempengaruhi satu kuku. Selain itu, melanoma juga menyebabkan garis-garis hitam tersebut berubah (misalnya, menghitam atau semakin lebar) dan pigmentasi ini juga bisa memengaruhi kulit jari di sekitar kuku tersebut.

Garis putih horizontal

Garis horizontal di permukaan kuku bisa diakibatkan trauma atau penyakit yang diikuti oleh demam tinggi, misalnya scarlet fever atau pneumonia. Kondisi ini terjadi akibat sistem respons yang menunda pertumbuhan kuku karena tubuh lebih memprioritasan proses pemulihan terhadap masalah lain yang mungkin diidap oleh tubuh.

Garis-garis putih horizontal ini juga bisa disebabkan oleh psoriaris, diabetes yang tidak dikontrol, masalah sirkulasi darah, defisiensi zat besi parah, atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu (seperti kemoterapi).

Noda pada permukaan kuku

Noda pada permukaan kuku disebut pitting. Ketika pitting muncul tanpa pola yang jelas, biasanya menunjukkan gejala psoriasis, selain itu juga menandakan gangguan jaringan ikat seperti syndrome Reiter. Namun, jika pitting menunjukkan pola yang teratur, bisa menjadi tanda alopecia areata, sejenis kerontokan rambut yang disebaban olah respons autoimun.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *