Juni 2020Kilas Internasional

Peneliti Sebut Vitamin K Bermanfaat Pulihkan Pasien COVID-19

Sejumlah peneliti melakukan pengamatan terhadap pasien positif COVID-19 di rumah sakit Canisius Wihemina di Kota Nijmegen, Belanda. Dari situ terungkap bahwa pasien yang meninggal dan juga yang harus dirawat insentif mengalami kekurangan vitamin K.

Sementara orang yang positif COVID-19 salah satunya akan mengalami pembekuan darah dan degradasi serat elastis di paru-paru. Sedangkan vitamin K yang dikonsumsi oleh tubuh berperan untuk meningkatkan produksi protein yang membantu mengatur pembekuan darah sekaligus melindungi paru-paru.

Menurut Dr Rob Janssen, seorang ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut mengatakan, bahwa berdasarkan temuan awal mengonsumsi vitamin K, baik bagi pasien positif COVID-19. Pengecualian hanya bagi mereka yang menggunakan obat pengencer darah. seperti warfarin.

“Saran saya adalah meminum suplemen vitamin K tersebut. Bahkan jika itu tidak membantu melawan COVID-19 yang parah, itu baik untuk pembuluh darah Anda, tulang dan mungkin juga untuk paru-paru”, sebut Janssen sebagaimana dikutip dari Guardian.

Janssen mengatakan, di tengah kondisi pandemi saat ini maka melakukan tindakan intervensi yang tidak memiliki efek samping, baik bagi para pasien. Bahkan Janssen menjamin pemberian vitamin K aman hampir bagi setiap orang. Hanya orang yang menggunakan obat anti-pembekuan darah saja yang tidak disarankan untuk mendapatkan tambahan vitamin K.

Vitamin K sendiri seperti yang diutarakan oleh Janssen tidak sulit diperolah masyarakat karena dapat diperoleh seperti di pasar ataupun swalayan. “Kami memiliki [vitamin] K1 dan K2. K1 dalam bayam, brokoli, sayuran hijau, blueberry, semua jenis buah dan sayuran. (Vitamin) K2 lebih baik diserap oleh tubuh (terdapat di) keju Belanda, dan keju Prancis,” ungkap Janssen.

Janssen menceritakan, di Jepang, ada sebuah daerah yang rajin mengosumsi natto, sebuah produk fermentasi kacang kedelai yang mampu menghasilkan vitamin K1 dan K2 sangat tinggi. Masyarakat daerah tersebut pun terbebas dari COVID-19.

“Saya telah bekerja dengan seorang ilmuwan Jepang di London dan dia mengatakan itu luar biasa bahwa di daerah di Jepang di mana mereka makan banyak natto, tidak ada satu orang pun yang mati karena COVID-19,” kisahnya.

Sementara itu peneliti lainnya yang juga terlibat dalam riset ini. Jona Walk, mengatakan akan memperdaam lagi temuan awal terkait manfaat vitamin K terhadap penyembuhan pasein COVID-19.

“Kami ingin mengambil pasien COVID-19 yang sangat sakit dan mengacak sehingga mereka mendapatkan plasebo atau vitamin K, yang sangat aman digunakan dalam populasi umum. Kami ingin memberikan vitamin K dalam dosis yang cukup tinggi sehingga kami benar-benar akan mengaktifkan [protein] yang sangat penting untuk melindungi paru-paru, dan memeriksa apakah itu aman,” tegasnya.

Sementara itu dikutip dari CNN Indonesia, Profesor Saptawati Bardosono menyebut salah satu manfaat dari vitamin K adaah membantu mengatasi pembekuan darah. Sehingga, kata Prof. Saptawati, dengan adanya vitamin K, maka pembekuan darah tersebut akan dikontrol dengan baik.

Demikian juga disampaikan oleh salah satu dokter yang bertugas di rumah sakit darurat Wisma Atlet, dr. Ridha yang menyatakan bahwa secara teori Vitamin K memang berperan dalan jalur pembekuan darah. Namun demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini mengingat tahap uji klinis belum dilakukan secara menyeluruh dimana penelitian tersebut menyebutkan, kadar vitamin K rendah ditemukan pada pasien dengan kondisi kritis.


“Sehingga dihipotesiskan, kada vitamin K yang rendah memiliki prognosis COVID-19 yang buruk,” simpul Ridha sebagaimana ditulis CNN Indonesia.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *