Juni 2020Lentera

Terjebak Hutang Pandemi Covid-19

Saroni (35), berprofesi sebagai pengemudi kendaraan roda empat berbasis aplikasi yang sudah dijalankan selama 3 tahun dengan penghasilan yang lumayan menjanjikan. Rata Rp 800 ribu- Rp 1 juta setiap hari. Berangkat setelah shalat subuh dan pulang hingga larut malam, maksimal pukul 22.00 wib sudah menuju rumah. Karena mobil dan tubuhnya masih sehat, sekalipun hanya 1 hari libur dalam sepekan tidak ada masalah.

“Pokoknya selama badan sehat dan kendaraan tidak masalah, tetap berangkat kerja, walau tidak penuh satu hari,” ujar Saroni.

Setelah kejadian Covid-19 sejak awal Maret, penghasilan Saroni langsung amblas, bukan hanya berkurang 50% atau 75%. Sekalipun sudah berangkat subuh pulang malam, tak mendapat penumpang. Terkadang seharian penuh hanya mendapat 4 penumpang dengan jarak tempuh pendek-pendek, sehingga kalau dirupiahkan kurang lebih 150 ribu belum termasuk potong beli bensin.

“Jadi penghasilan memang benar-benar amblas. Bukan hanya berkurang berapa persen. Sekarang ini hanya cukup beli beras untuk kebutuhan makan di rumah. Bayar listrik, air, kotrak rumah, biaya sekolah anak, sudah ngak cukup”, ujar driver online yang sering dipanggil Roni ini.

Kini, secara ekonomi posisi Roni lebih berat lagi, karena mempunyai tanggung jawab membayar cicilan hutang mobil Rp 3,5 juta/bulan. Masih tersisa kurang lebih 2,5 tahun lagi. Belum lagi bayar kontrakan rumah Rp 1 juta/bulan.

Saroni menceritakan tentang pekerjaannya sebelum memutuskan menjadi sopir online yakni sebagai penjual kuliner pecel lele. Waktu itu sudah cukup lumayan pelangganya. Biaya makan sehari-hari, bayar kontrak rumah, listrik dan air terpenuhi, bahkan masih ada sisa penghasilan untuk ditabung. Karena tertarik dengan penghasilan sebagai pengemudi online, Roni akhirnya beralih profesi dengan mengambil mobil avanza dengan cara kredit dengan menggunakan tabungan sebagai uang muka.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button