Juli 2020Profil

Cheta Nilawaty Difabel Netra Yang Tetap Eksis Sebagai Jurnalis

Sering kali jalan hidup membawa kita ke jalur yang terasa sukar untuk dilewati. Namun, ketangguhan diri untuk dapat melewati jalur tersebut lah yang menjadi tantangan sebenarnya. Pilihannya hanya dua, menyerah dengan kesulitan jalur tersebut atau beradaptasi dengan jalur itu untuk kemudian terasa mudah karena terbiasa dan bahkan dapat menemukan pemandangan yang indah di jalur yang sukar itu.

Seperti itu lah inspirasi yang teresapi ketika Tim Mediakom berbincang dengan Cheta Nilawaty Prasetyaningrum, sosok perempuan inspiratif yang bekerja sebagai jurnalis Tempo. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjajaran angkatan 2001 ini, saat ini  memegang peranan sebagai staf redaksi di kanal difabel Tempo.Co

Apa itu kanal difabel Tempo.co dan apa yang membuat dirinya dipercaya untuk memegang kanal ini? Mari kita simak kisahnya bersama. Sebuah kisah yang mengajarkan kita untuk tidak menyerah dengan keadaan yang sulit.

Permulaan menjadi jurnalis

Setelah menamatkan kuliah pada 2007, perempuan yang akrab disapa Cheta ini langsung bekerja sebagai jurnalis di media Tempo. Cheta pun dikenal sebagai jurnalis yang handal dan cepat belajar, mulai dari liputan peristiwa kriminal sampai menulis tentang gaya hidup pernah dijalankannya.  

“Awal mula saya sebagai jurnalis itu di desk Metropolitan, selama kurang lebih 4 bulan, lalu dilanjutkan di desk Ekonomi kurang lebih 6 bulan. Agak lama di Nasional Hukum  sekitar 5 tahunan, baru dari desk Nasional Hukum saya di-rolling ke desk Kesehatan, kemudian ke Gaya Hidup dan terakhir setelah menjadi tuna netra di 2016, saya dipercayai (-red) memegang kanal khusus namanya Difabel di Tempo.Co dan saat ini bertanggungjawab di kanal tersebut,” ujar Cheta.

Mengalami kebutaan

Kesibukannya sebagai jurnalis membuat Cheta larut di dalamnya. Pada  2014 untuk pertama kalinya Cheta memeriksakan kondisi kesehatan. Kala itu, Cheta melakukan pemeriksaan gula darah dan hasilnya membuat dia terkejut karena gula darahnya mencapai 236. Angka ini menandakan gula darah Cheta berkategori tinggi. Dari hasil pemeriksaan itu, Cheta sempat membantahnya, tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan terkait akhirnya dirinya paham. Kemudian, Cheta melakukan general check up ke laboratorium dan ternyata gula darahnya memang tinggi.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button