Juli 2020Newsflash

Kasus DBD Di Indonesia Capai 71.663

Selain wabah Covid-19, Indonesia juga tengah menghadapi kasus demam berdarah dengue (DBD). Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan, kasus DBD di Indonesia hingga Juli 2020 mencapai 71.633.

Nadia membeberkan 10 provinsi dengan jumlah kasus terbanyak. Jawa Barat menempati urutan pertama dengan jumlah kasus sebanyak 10.772, diikuti Bali 8.930 kasus, Jawa Timur 5.948 kasus, NTT 5.539 kasus, Lampung 5.135 kasus, DKI Jakarta 4.227 kasus, NTB 3.796 kasus, Jawa Tengah 2.846 kasus, Yogyakarta 2.720 kasus, dan Riau sebanyak 2.255 kasus.

“Ini adalah provinsi yang berpotensi endemis, dari tahun ke tahun tinggi. Selain itu, jumlah kematian di seluruh Indonesia mencapai 459,” ungkapnya dalam rilis Kemenkes. 

Namun, jumlah kasus dan kematian akibat DBD pada tahun ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2019. Hingga Juli 2020, jumlah kasus DBD sebanyak 71.633 kasus, sedangkan tahun 2019 jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 112.954 kasus. 

Begitu pula dengan jumlah kematian, tahun 2020 sebanyak 459 orang, sedangkan tahun 2019 berjumlah 751. Padahal menurut Nadia, biasanya pada Juli tidak ditemukan kasus baru. 

“Biasanya bulan Juli ini tidak ditemukan kasus baru, tapi kami masih mendapatkan laporan kasus DBD di beberapa daerah. Inilah gambaran jadi kewaspadaan kita bersama, khususnya di 2020 dan bersamaan dengan kasus Covid-19,” katanya.

Selain itu, adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD yang terjadi di Singapura dan Vietnam juga menjadi kewaspadaan tersendiri bagi kasus DBD di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus.

“Prinsipnya kita sosialisasikan setiap orang jadi Jumantik di rumah masing-masing, dan memastikan rumah kita tidak ada sarang nyamuk,” ujar Nadia. 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *