Juli 2020Kilas Internasional

Masker Yang Masuk Ke Mode Dunia

Tak hanya dalam dunia kesehatan, masker kini menerobos ke ranah estetika.

Orang kini tidak hanya menginginkan kenyamanan saat mengenakan masket, tapi juga desain dan kesesuaian dengan outfit yang dikenakannya. Para perancang busana mulai berpikir untuk memilih bahan, menggambar pola, menggunting, menjahit, dan menjadikan masker penuh gaya.

Salah satunya Hillary Taymour, pemilik brand Collina Strada, lini aksesori dan busana lokal. “Setiap hari yang saya lakukan hanya membuat masker,” ujarnya ketika diwawancara Vogue.com.

Di bengkel modenya di pusat Kota New York, ia membuat masker layaknya membuat masterpiece. Bahan dan desain saling melengkapi bak ajang kreasi, menolak format masker pada umumnya. Hasilnya, tak jarang membuat mata terbelalak. Masker Collina Strada ini hanya dijual online dengan harga tak kurang dari 100 dollar AS.

Mahal sekali! Itulah yang ada di benak banyak orang. Sementara itu, di sisi lain, memang bukan perkara mudah untuk menjual produk tersebut.

Namun, inilah yang paling esensial, bagaimana berupaya memahami dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Bagi Hillary, krisis menjadi sebuah peluang emas untuk menyampaikan pesan kepada para pelanggan. “Orang tidak mengerti bagaimana produk-produk ini dibuat, kami tidak memiliki pabrik besar, melainkan kami harus membayar seorang pegawai untuk menjahit dari rumah, juga membuat 5 masker lagi untuk dibagikan ke tenaga kesehatan,” terangnya. 

“Koleksi Karantina”

Pelanggan yang bertanya dengan senang hati akan direspons oleh Hillary. Apalagi yang baru kenal, Hillary akan memberikan panduan-panduan membuat masker sendiri atau sekadar berbincang tentang seluk beluk menjalankan usaha mode yang telah ditekuninya sejak 2008.

Hillary beruntung memiliki rekan artis dan model.

Suatu hari, Charlie Engman (fotografer) dan Sasha Melnychuk (model) menjadi rekan kerja selama masa karantina. Mereka inilah yang turut membantu merealisasikan “Koleksi Karantina” berbahan perca dan juga sebuah buku katalog yang berhasil mendulang donasi di 22 lembaga amal. Hillary yakin segala usahanya di tengah masa pandemi ini tidak akan sia-sia.

“Setiap hari saya berjalan kaki dari rumah menuju studio kerja, mengenakan Collina Strada yang cerah juga masker crazy-nya. Sangat lucu melihat reaksi orang-orang saat melintas. Sesekali saya dengar ‘Oh woow! Kamu benar-benar membawa keceriaan’,” katanya. 

Hillary menambahkan, di situlah letak kebahagiaan bagi dirinya. Dari sesuatu yang menurutnya simpel, pola unik dan corak warna-warni berani, menjadi perpaduan yang sangat menghibur. 

“Yang paling saya sukai hanyalah melihat seseorang mengenakan potongan Collina Strada kami di Instagram saat mereka sedang berkebun atau mereka membuat masker. Mem-posting-nya dan mengatakan mereka terinspirasi oleh Collina Strada. Ini bukan tentang mereka menjadi pelanggan atau bukan, tetapi mungkin karena saya mengajari mereka cara membuat topeng, dan mereka melakukannya di rumah,” ujar Hillary.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button