Info SehatJuli 2020

Mengapa Bau Mulut Bayi Harum

Tidak hanya polahnya yang menggemaskan, mayoritas orang-orang juga gemar mencium bau mulut bayi yang sedap. Mengapa bayi memiliki bau mulut yang harum?

“Biasanya karena bayi belum punya gigi dan masih minum ASI, jadi mulut bayi masih cenderung bersih dari kuman atau sisa makanan yang menempel di gigi,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Non Medis Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, drg. Indra Rachmad Dharmawan, MKM.

Hal senada disampaikan drg. Siti Riswany Aisyah, MM. Ia mengatakan bahwa bayi yang belum tumbuh gigi biasanya belum terbentuk plak sisa makanan di rongga mulutnya, baunya harum. Bau harum mulut bayi, menurut dokter yang akrab disapa Deby ini, biasanya akan berlangsung hingga si kecil tumbuh gigi.

“Sampai tumbuh gigi, kecuali oral hygiene bayi yang sudah tumbuh gigi itu baik,” sebutnya.

Disampaikan oleh drg. Indra, untuk menghindari muncul bau mulut tak sedap pada bayi, maka penting bagi orang tua untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut si kecil. Karena ketika bayi mulai tumbuh gigi dan mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) borpetensi mengalami bau mulut tak sedap.

“Hati-hati saat bayi mulai tumbuh gigi dan mendapat MPASI. Bisa saja mulai ada sisa makanan yang berpotensi menyebabkan bau mulut,” jelasnya.

Mengutip dari Kumparan, penyebab bau tidak sedap pada mulut bayi di antaranya adalah karena sering tidur sambil minum susu formula dari botol sehingga mulutnya jadi tidak bersih. Selain itu, ketika bayi mengalami gumoh tidak langsung dibersihkan. Langkah untuk mengatasinya cukup sederhana.

“Bersihkan mulut bayi dengan kassa yang halus,” kata drg. Deby.

Selain itu, bau mulut tak sedap juga dapat muncul ketika bayi mengalami sakit pilek, karena saat itu si kecil tepaksa bernapas melalui mulut yang berakibat air ludah di mulut bayi cepat berkurang. Hal ini mengakibatkan bakter-bakteri yang biasanya dapat dimatikan oleh air ludah jadi berkembang biak sehingga minimbulkan bau mulut yang tak sedap pada bayi.

Mengutip Kumparan, saat bayi pilek, pastikan cukup minum agar mulutnya tidak kering. Dan untuk bayi di bawah usia 6 bulan hanya perlu lebih sering disusui karena bayi tidak perlu diberi minum air putih atau cairan lain.

Sebagai catatan, apabila bayi mengalami bau mulut tak sedap yang disertai dengan demam, hidung meler dan menjadi lebih rewel sebaiknya langsung periksakan ke dokter. Karena, sebagaimana ditulis Kumparan, bisa jadi bau mulut yang timbul merupakan gejala dari penyakit yang diderita si bayi. [*]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button