Info SehatJuli 2020

Stres Pada Anak Saat Pandemi, Mungkinkah?

Pandemi Covid – 19 membuat semua pihak belajar untuk beradaptasi dengan kondisi yang baru. Pada satu sisi, kondisi saat ini bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman atau bahkan merasa cemas hingga stres. Namun, apakah stres ini hanya menjangkiti orang dewasa? Atau anak – anak ternyata juga bisa stres?

Alvinia Hayulani, SpKJ dari RSUP Persahabatan saat live di Radio Kesehatan (14/07/2020) menyampaikan bahwa sebetulnya stres bisa dirasakan oleh siapa saja, tidak hanya orang tua, tapi juga dapat terjadi pada anak – anak.

Namun, Alvinia mengingatkan, bisa jadi anak stres karena terpicu oleh perilaku orang tuanya. Orang tua harus melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri terlebih dahulu, apakah emosinya sudah stabil atau malah uring-uringan yang membuat si anak menjadi tidak nyaman atau bahkan meniru. 

“Anak itu adalah the great imitator. Sehingga kalau kita bisa meregulasi emosi kita sendiri, kita bisa dengan mudah meregulasi emosi anak kita. Orang tuanya dahulu yang dibenerin, bisa jadi orang tuanya yang cemas,” katanya.

Alvinia menambahkan, pentingnya  melibatkan anak  dalam kondisi baru ini. Penjelasan serta cerita dari orang tua dapat membuat anak menjadi lebih nyaman dan bisa memahami serta beradaptasi dengan situasi baru.

Cerita atau penjelasan dari orang tua tentang Covid-19 beserta pencegahannya, seperti menggunakan masker setiap beraktivitas di luar rumah, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak serta berperilaku hidup bersih sehat, dapat disampaikan ke anak – anak. Tentunya dengan pemilihan bahasa serta kalimat yang disesuaikan dengan usia si anak.

Selain itu, orang tua juga dapat bercerita mengenai kebiasaan baru lainnya seperti mengapa saat ini anak harus bersekolah dari rumah, atau mengapa anak sebaiknya beraktivitas di rumah saja. Orang tua dapat bercerita ke anak, bahwa anak dan bayi termasuk dalam kategori usia rentan terkena Covid – 19, sehingga akan lebih baik jika beraktivitas di rumah saja.

Anak – anak dengan usia lebih dari 5 tahun akan lebih mudah diberi tahu dan diberi penjelasan tentang pandemi ini. Sementara itu, anak dengan usia balita memang cenderung belum begitu faham. Namun, Alvinia mengingatkan bahwa pada dasarnya dunia anak balita adalah bermain. Tidak terbatas hanya bermain di luar rumah saja, tapi bisa di dalam rumah.

“Yang terpenting adalah ortu ikut hadir penuh menemani anak saat bermain. Bukan raganya ada tapi pikirannya ke media sosial”.

Dalam kesempatan tersebut, Alvinia juga berbagi tips kepada orang tua bekerja yang menemani buah hatinya belajar dari rumah, yakni dengan lebih berbagi peran bersama pasangan serta pengaturan waktu yang lebih optimal.

“Orang tua juga merupakan guru di rumah untuk anak – anak. Saatnya untuk lebih berbagi tugas dengan pasangan, kenali diri dan cobalah untuk lebih mengatur waktu antara pekerjaan kantor maupun aktivitas di rumah.” 

Dengan demikian, diharapkan orang tua juga dapat stabil pikiran dan emosi yang tentunya juga akan memberikan dampak pikiran positif bagi anak-anaknya. [*]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button