Info SehatSeptember 2020
Popular

Apakah Pakai Masker Sebabkan Bau Mulut?

Sebelum pandemi COVID-19 terjadi, masker mulut hanya dipakai oleh tenaga kesehatan saat kontak dengan pasien/substansi medis maupun orang sakit dan sebagian orang yang beraktivitas dengan menggunakan sepeda motor. Tetapi, sejak wabah COVID-19 semakin merebak maka semua orang wajib memakai masker.

Masker mulut yang dipakai bermacam-macam. Terdapat dua jenis, yaitu masker medis, dan non-medis. Variasinya pun beragam dengan berbagai variasi warna, motif, model, merek/logo. Masker non-medis dapat dibuat dari bahan kain katun, polyester, selulosa, kassa, sutra, dan nylon.

Di sisi lain, kebiasaan memakai masker membuat orang jadi bisa mencium bau mulutnya sendiri. Bahkan situs web CNA Lifestyle dan situs web layanan kesehatan gigi-mulut GPS dental Amerika pada Juli 2020 mengangkatnya sebagai topik utama.

Penyebab

Lalu mengapa terjadi bau mulut? Pertama perlu dipahami bahwa bau mulut atau halitosis, dapat menjadi gejala adanya gangguan kesehatan tubuh. Bila bau mulut hanya muncul setelah makan atau “morning breath” maka tidak masalah. Namun, bila bau mulut/halitosis bertahan lama maka gejala sesuatu yang serius sedang terjadi di dalam tubuh, demikian penjelasan pada laman Mouth Healthy American Dental Association.

Mengutip Mayoclinic, penyebab timbulnya bau mulut antara lain berasal dari makanan, tembakau, kebersihan mulut yang jelek, mulut kering. Selain itu konsumsi obat-obatan, penyakit mulut, hidung dan tenggorokan, ataupun kanker dan gangguan pencernaan juga dapat menyebabkan bau mulut. Demikian penjelasan mengenai penyebab bau mulut.

Tetap Pakai Masker

Kemudian, sebagaimana yang tertuang dalam Jurnal Organisasi Kesehatan Dunia (World health Organization), yang dipublikasikan pada Juni 2020, menyarankan untuk memakai masker medis/non-medis di tempat umum.

Masker non-medis yang dipakai disarankan yang memiliki standar dan diperlakukan secara khusus, seperti: bahan yang dapat menyaring partikel dan cipratan droplet/tetesan air ludah namun mudah untuk bernafas, hindari bahan stretch, minimum 3 lapis, lapisan dalam berbahan menyerap air (hydrophilic) dan lapisan luar berbahan tidak mudah menyerap air (hydrophobic).

Perlakuan khusus, seperti: masker hanya dipakai untuk satu orang pengguna, masker yang basah harus diganti bila basah/lembab, masker harus dicuci secara teratur (suhu air sesuai bahan yang dipakai) dan diperlakukan dengan hati-hati agar tidak mengkontaminasi, dapat dicuci dengan sabun/detergen/klorin 0,1 % dengan air suhu ruangan.

Laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika pada Agustus 2020 menginformasikan masker menjadi simple barrier untuk mencegah penularan droplet di udara kepada orang lain, saat batuk, bersin, berbicara, atau membuka mulut, hal ini disebut source control. CDC Amerika merekomendasikan droplet pernafasan berperan dalam penyebaran virus penyebab COVID-19, memakai masker dapat menurunkan penyebaran droplet bila dipakai menutup hidung dan mulut.

Jadi, apakah memakai masker menyebabkan bau mulut? Jawabnya adalah tidak.

Penulis: drg. Siti Riswany Aisyah

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button