Kilas InternasionalSeptember 2020

Helm Khusus Bagi Petugas Medis Perawat Pasien COVID-19

Salah satu hal yang membuat petugas kesehatan kewalahan dalam menangani pasien positif COVID-19 adalah kewajiban menggunakan Alat Pelindung Diri yang sangat ketat. Dikatakan ketat selain harus melindungi seluruh bagian tubuh dari kemungkinan tertular virus, para petugas juga diwajibkan mengganti APD apabila hendak menunaikan kegiatan lainnya.

Maka tak heran, untuk menghindari harus melakukan lepas pakai APD sejumlah tenaga kesehatan rela menahan untuk ke kamar kecil hingga lebih dari 7 jam. Selain itu, mayoritas para garda terdepan dalam menangani COVID-19 ini juga baru makan setelah tugas usai.

Inovasi

Kondisi demikian memunculkan ide bagi tiga orang pelajar dari Vietnam untuk merancang helm khusus bagi petugas medis perawat pasien COVID-19. Dilansir Newyork Post, helm yang dirancang para siswa sekolah di Vietnam tersebut memungkinkan para petugas medis untuk makan camilan atau menggaruk hidung yang gatal tanpa harus khawatir terinfeksi virus COVID-19.

“Perbedaan besar dengan helm ini adalah kotak sarung tangannya. Anda dapat menggunakannya untuk berinteraksi dengan wajah Anda dengan aman,” kata Tran Nguyen Khanh An (14) seperti ditulis Newyork Post.

Sebagaimana dijelaskan oleh Tran Nguyen, helm yang diberi nama Vihelm ini dirancang agar pemakainya dapat mengakses ke kotak sarung tangan dan dapat memasukan tangan mereka ke dalam dengan kondisi helm tetap tertutup. Helm yang secara tampilan tampak canggih ini juga memiliki kompartemen internal yang dapat menampung camilan bagi petugas medis dan dipasang oleh tabung ke respirator pemurni udara bertenaga sehingga udara yang terkontaminasi dapat dikeluarkan.

Selain itu, meski kondisi helm tertutup petugas medis juga masih tetap dapat menyeka keringat dan membersihkan kacamata pelindung. Newyork Post menyebut, meskipun respirator semacam itu dianggap lebih aman secara signifikan daripada masker standar, namun bisa jadi jauh lebih tidak nyaman daripada bentuk APD lainnya.

Untuk memproduksi satu jenis helm ini diperkirakan memerlukan biaya sekitar 300 dollar AS. Disebutkan bahwa salah satu unit konglomerat terbesar di Vietnam telah menandatangani perjanjian untuk membantu para siswa memproduksi helm versi final secara massal.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *