Oktober 2020Resensi

Tentang Kamu – Tere Liye

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
No. ISBN : 9-786020-822341
Penerbit : Republika
Tanggal terbit : Oktober 2016
Jumlah Halaman : 524 halaman

Segala Ujian Hidup Pasti Terlewati

Novel “Tentang Kamu” menceritakan seorang pengacara asal Indonesia yang bekerja di Thompson & Co bernama Zaman Zulkarnaen. Berawal dari panggilan Sir Thompson yang merupakan senior di firma hukum Thompson & Co kepada Zaman, Zaman diberikan kesempatan untuk mengisi kursi lawyer senior, namun dengan syarat dapat ia dapat menyelesaikan pembagian warisan sebesar 19 triliun Rupiah. Nilai tersebut nyaris menyaingi kekayaan Ratu Inggris. Harta itu tersimpan dalam 1 persen kepemilikan saham di salah satu perusahaan toiletries dunia.

Pemilik warisan tersebut merupakan orang Indonesia berpaspor Inggris bernama Sri Ningsih yang meninggal di salah satu panti jompo di Paris dan tidak ada data mengenai ahli warisnya.

Menelusuri

Dengan petunjuk dari buku harian Sri Ningsih yang didapat dari Madam Aimée yang merupakan pengurus panti jompo dimana Sri Ningsih meninggal. Zaman mulai menelusuri kehidupan Sri Ningsih. Perjalanan Zaman dimulai dengan mendatangi tempat di mana Sri Ningsih dilahirkan, yaitu di Pulau Bungin.

Zaman menemui tetua di pulau itu yang menceritakan masa kecil Sri Ningsih mulai dari ditinggal mati ibunya ketika melahirkan dirinya, hingga ayahnya yang bernama Nugroho menikah lagi dan memiliki satu anak yang bernama Tilamuta.

Pada suatu waktu, ayah Sri pergi melaut dan tak pernah kembali lagi. Sejak saat itu, ibu tiri Sri memperlakukan Sri dengan tidak manusiawi seperti memukul hingga tidak memberinya makanan. Musibah lain pun datang. Rumah Sri terbakar dan menyebabkan ibu tiri Sri meninggal. Akhirnya Sri dan adiknya Tilamuta tinggal di sebuah pondok pesantren di Surakarta.

Dari kota ke kota

Zaman melanjutkan pergi ke pondok pesantren, di mana Sri dan Tilamulat pindah setelah rumah mereka kebakaran di Pulau Bungin. Kemudian, Zaman pergi ke Jakarta untuk mencari sisa-sisa kehidupan Sri dengan petunjuk dari Ibu Nur’aini. Sang ibu memberikan surat-surat yang pernah dikirim Sri.

Dari surat tersebut, Zaman mengungkap kehidupan Sri di Jakarta, mulai bekerja sebagai pedagang kaki lima dengan gerobak, membuka rental mobil, sempat bangkrut hingga menjadi sopir bis, pekerja pabrik, hingga puncaknya membuka pabrik sabun sendiri dengan merk ‘Rahayu’. Semuanya ia lakukan di Jakarta hingga akhirnya ia memutuskan pergi ke London dengan meninggalkan pabriknya, pergi melupakan semuanya.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *