LenteraNovember 2020

Latihan Bahagia

Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram, bebas dari segala yang menyusahkan. Ini definisi bahagia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, versi daring.

Semua orang berharap dapat hidup bahagia. Namun, realitanya, apakah semua dapat bahagia? Pertanyaan berikutnya, bahagia itu kebetulan atau usaha? Apakah bahagia itu sepanjang waktu atau sementara? Bagaimana sebenarnya, mari kita renungkan bersama.

Manusia terdiri atas lahir dan batin. Suasana atau keadaan bahagia itu berada dalam batin, bukan pada sisi lahir, meskipun batin tidak terpisah dari lahiriah atau fisiknya. Jadi, ada pengaruh fisik terhadap kebahagian batin, walau tidak dominan.

Contoh, jika fisik sedang sehat, kemungkinan batin akan lebih bahagia. Walau ini tidak otomatis, karena ada orang yang fisiknya sakit justru hatinya lebih bahagia lantaran mereka merasa bersyukur dan mampu menikmati betapa pentingnya kesehatan.

Bahagia juga tidak mesti tergantung besaran materi. Makin banyak materi atau harta, tidak kemudian membuat seseorang makin bahagia. Hal ini bergantung pada seseorang dalam memaknai materi atau harta dalam hidupnya.

Sebagian orang menganggap harta adalah komponen penting untuk melahirkan kebahagiaan. Kenyataannya, ada di antara manusia yang berkelebihan materi atau harta tersebut tak bahagia, bahkan ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Sementara itu, ada orang yang materi atau hartanya tak seberapa, tapi ia bahagia.

Suasana batin

Bahagia bukan semata faktor lahiriah seperti rumah, kendaraan, dan berbagai kemewahan lain.

Bahagia adalah suasana batin seseorang, yang ini merupakan isi. Sementara itu, semua faktor lahiriah hanya bungkus. Mereka yang punya bungkus bagus belum tentu isinya bagus. Sebaliknya, yang punya bungkus jelek, belum tentu jelek pula isinya.

Nah, seperti apa isi yang bagus? Isi yang bagus adalah batin yang selalu menerima apa saja atas pemberian Yang Maha Kuasa. Sekali pun pemberian itu tidak sesuai harapan. Seperti kekurangan materi atau harta, kesulitan hidup, dan berbagai keadaan yang tak menyenangkan. Kalau semua itu dapat diterima dengan rela dan lapang dada, maka seseorang akan mampu menjalani hidup dengan tenang dan bahagia.

Supaya dapat menerima peristiwa yang tidak menyenangkan dengan suka rela dan lapang dada tentu berbeda pada setiap orang. Namun, pastinya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan realita. Ada yang cepat menerima ada juga yang lambat, bahkan ada yang tak pernah bisa menerima kenyataan.

Bahagia bukanlah kebetulan, tapi ikhtiar dan karunia. Orang berusaha untuk hidup bahagia. Berusaha untuk segera menerima dan lapang dada dengan kenyataan pahit dan melupakan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button