Isi PiringkuNovember 2020
Popular

Sajian Kaya Rempah dari “Serambi Makkah”

Sesuai dengan sebutannya, Mie Aceh merupakan kuliner khas yang terkenal dari Aceh. Meski terkenal hampir di seluruh Nusantara, ternyata tidak ada yang tahu persis asal usul makanan itu. Namun, bila dilihat dari sisi sejarahnya, kuliner ini tidak terlepas dari pengaruh budaya lokal masyarakat Aceh serta pengaruh budaya asing yang masuk ke dalam wilayah Aceh di masa lalu.

Misalnya, kombinasi kuah kari kental serta rempah yang kuat pada Mie Aceh dipengaruhi oleh masakan India, sementara bahan dasar Mie Aceh, yaitu mi merupakan kuliner khas dari China, sedangkan tambahan daging kambing memperlihatkan adanya pengaruh unsur Timur Tengah, khususnya Arab. Sementara itu, penambahan makanan laut, seperti udang dan cumi, disebabkan secara geografis Aceh dikelilingi oleh lautan, yang terdiri dari Selat Malaka, Laut Andaman dan Samudera Hindia. Dengan kondisi geografis yang seperti ini, maka mayoritas masyarakat Aceh merupakan nelayan. Dengan adanya perpaduan budaya yang terjadi, akhirnya melahirkan Mie Aceh seperti yang kita kenal hingga saat ini.

Berbagai bahan

Selain mi, daging dan seafood, di dalam Mie Aceh juga terdapat berbagai macam sayuran seperti tauge, kubis, timun, daun bawang, juga seledri. Mi yang digunakan pada makanan ini umumnya menggunakan mi berwarna kuning dengan tekstur yang tebal. Santapan ini biasanya disajikan dengan taburan bawang goreng, potongan acar bawang merah, ketimun, emping, dan jeruk nipis.

Mie Aceh diolah dengan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah, sehingga memiliki aroma dan cita rasa yang khas. Bumbu-bumbunya diracik dari cabai, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica, jahe, dan rempah-rempah lainnya, kemudian digiling halus sehingga berwarna merah.

Beberapa variasi jenis Mie Aceh, seperti: Mie Aceh Goreng (mie digoreng kering), Mie Aceh Tumis (mie ditumis kering), dan Mie Aceh Rebus (mie berkuah).

Sarat gizi

Olahan Mie Aceh tidak hanya menghadirkan sajian yang enak untuk dinikmati tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh, asalkan tidak berlebihan. Mi kuning yang menjadi bahan dasar pembuatan Mie Aceh, umumnya berbahan utama tepung, di dalamnya terdapat karbohidrat sebesar 71,3 gram, 476 kilokalori, protein 0,1 gram, kalsium 57 miligram, fosfor 36 miligram dan zat besi sebesar 4,8 miligram. Kandungan karbohidrat di dalam mi merupakan gizi tertinggi sehingga dapat digolongkan sebagai makanan pokok atau penghasil energi utama.

Secara umum, nilai gizi yang terdapat pada satu porsi (90 gram) Mie Aceh dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button