Desember 2020Isi Piringku

Gutel, Kudapan Tradisional Gayo Yang Jadi Bekal Saat Perang

Masyarakat Aceh, khususnya yang tinggal di daerah Gayo Lues, memiliki kudapan unik bernama Gutel. Jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda

Oleh masyarakat setempat, Gutel biasanya dijadikan bekal untuk perjalanan jauh karena mudah disimpan dan tahan hingga beberapa hari.

Dahulu, saat belum ada kendaraan bermotor, masyarakat Gayo membawa Gutel sebagai bekal saat melintasi hutan. Bahkan, mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dulu penganan ini menjadi andalan orang Gayo ketika berperang gerilya melawan penjajah Belanda dan Jepang.

Namun, saat ini Gutel semakin jarang ditemui. Biasanya Gutel hanya dijumpai pada hari-hari tertentu atau saat ada perayaan kebudayaan.

Bahan sederhana

Gutel yang sedikit keras, rasanya manis legit dengan aroma wangi pandan. Kuliner khas Aceh yang mendapat sertifikat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2019 ini memiliki kalori yang cukup tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai pengganti nasi.

Kerap menjadi kudapan untuk berburu, Gutel juga cocok disantap bersama segelas kopi.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Gutel cukup sederhana, antara lain tepung beras, kelapa parut, santan, gula aren, garam, dan air. Cara pembuatannya pun cukup mudah. Mula-mula, seluruh bahan dicampur hingga rata dan kalis. Kemudian dibentuk bulat lonjong-lonjong sebesar telur ayam. Selanjutnya, tiap dua buah gutel dijadikan satu dan di gulung dengan daun pandan. Setelah itu, gutel dikukus hingga matang dan harum. Terakhir, Gutel didinginkan dan siap untuk dinikmati.

Manfaat

Gutel mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat untuk tubuh. Dilansir SehatQ, tepung beras yang menjadi bahan dasar membuat Gutel memiliki beberapa manfaat yang baik bagi tubuh.

Tinggi serat. Kandungan serat dalam tepung beras pun terbilang tinggi. Selain membantu tubuh menghilangkan zat sisa, serat juga dapat menurunkan kolesterol dan menjaga kadar gula darah.

Bebas gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan pada produk biji-bijian, seperti gandum. Protein ini dapat menimbulkan gangguan pada penderita penyakit Celiac, yakni gangguan autoimun pada saluran pencernaan yang bisa terjadi jika mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Oleh sebab itu, tepung beras bisa menjadi pilihan yang baik bagi penderita penyakit Celiac atau orang dengan intoleransi gluten.

Membantu menjaga fungsi hati. Tepung beras mengandung kolin yang dapat membantu mengangkut kolesterol dan trigliserida dari hati ke bagian tubuh lain yang membutuhkan. Dengan demikian, kolin akan membantu menjaga hati Anda tetap sehat dan berfungsi dengan baik.

Nutrisi yang terkandung di dalam satu cangkir atau sekitar 158 gram tepung beras putih adalah sebagai berikut: 578 kalori; 127 gram karbohidrat; 2,2 gram lemak; 9,4 gram protein; 3,8 gram serat; 1,9 mg mangan; 23,9 mcg selenium; 4,1 mg niacin; 0,2 mg tiamin; 0,7 mg vitamin B6; 155 mg fosfor; 55,3 mg magnesium; 0,2 mg potassium; 1,3 mg asam pantotenat; dan 1,3 mg zinc.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button