April 2021Isi Piringku

Berbuka Dengan Bubur Pedas Khas Melayu

Saat bulan Ramadan tiba, di beberapa ruas jalan banyak terlihat para pedagang menjual makanan-makanan untuk berbuka puasa. Makanan-makanan ini pun ada yang hanya tersedia khusus di bulan Ramadan. Seperti bubur pedas atau bubbor paddas, dari Sambas, Kalimantan Barat. 

Hidangan favorit berbuka puasa ini mengandung campuran sayur hijau, ubi, kacang dan rempah-rempah yang kaya rasa. Walaupun penampakan bubur ini sangat berbeda dari bubur ayam atau bubur manado, tetapi jika sudah mencoba rasanya pasti ketagihan. 

Ada salah satu bahan khas dalam bubur ini, yaitu daun kesum atau sering juga disebut daun laksa. Daun ini berfungsi sebagai penambah cita rasa yang khas bagi masakan Melayu, Thailand dan Vietnam. Selain daun kesum, bubur pedas juga menggunakan kelapa parut yang selanjutnya disangrai dengan beras. Perpaduan antara beras dan kelapa paru, bubur pedas ini menghasilkan cita rasa yang gurih dan nikmat. 

Dilansir dari indonesia.go.id, bubur pedas ini sebenarnya berasal dari suku Melayu yang bermukim di daerah Singkawang, Pontianak dan sekitarnya.  Bubur pedas teksturnya sangat lembut. Hal ini dikarenakan beras terlebih dahulu ditumbuk sebelum direbus. Konon bubur ini adalah makanan khusus para raja, karena hanya akan dimasak saat acara kerajaan maupun adat. 

Manfaat Bubur Pedas

Dewi Astuti, S.G., MKM, Nutrisionis Ahli Muda Direktorat Gizi Kemenkes menyebutkan bahwa dalam semangkuk bubur pedas sudah mencakup karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta serat yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan harian tubuh.  Kandungan energi yang diperoleh dari beras, ubi jalar dan kacang tanah diperlukan untuk beraktivitas. 

Sedangkan kacang tanah (Arachis hypogaea L) yang merupakan salah satu komposisi bubur pedas tersebut, juga mengandung  asam lemak (oleat dan linoleat) yang baik bagi tubuh. Dewi menyebutkan bahwa asam lemak tersebut sangat baik bagi kesehatan jantung karena dapat menurunkan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) dalam darah serta dapat meningkatkan produksi insulin sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes mellitus.

Komposisi dalam bubur pedas lainnya yaitu tetelan sapi dan ikan teri merupakan sumber protein hewani dan beberapa mineral penting yang diperlukan bagi tubuh untuk mempertahankan fungsi sel dan metabolism tubuh. 

Tetelan sapi, kata Dewi, merupakan sumber vitamin A, B2, E dan K, besi, zinc yang baik. Sedangkan ikan teri mengandung kalsium, B6 dan asam folat yang tinggi. Rempah-rempah bumbu pada bubur pedas seperti daun salam mengandung niasin, tanin dan vitamin C yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. 

“Dengan komposisi gizi yang baik dan rasa yang gurih nikmat, bubur pedas merupakan makanan pilihan yang cukup baik untuk dikonsumsi pada bulan puasa.” Pungkas Dewi.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *