April 2021Media Utama

Berbukalah Dengan Semangka

Kaum muslim yang berpuasa di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) akan menghadapi tantangan besar karena kondisi tubuh akan menurun dan membuatnya rentan terhadap masuknya virus. Untuk menjaga tubuh tetap dalam kondisi yang baik saat berpuasa, orang perlu asupan makanan dan minuman yang cukup agar imunitas tubuh tetap terjaga.

Menurut Ketua Departemen Ilmu gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp. GK, imunitas tubuh terbentuk dari sel-sel imun tubuh. Sel-sel ini dapat bekerja maksimal jika memiliki energi dan protein yang cukup, yang bisa didapat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bervariasi dan komposisi lengkap.

Pengaturan menu saat sahur dan buka puasa juga harus diperhatikan. Komposisi makanan sebaiknya mengandung karbohidrat dan protein. “Saat sahur idealnya memang lengkap. Ada nasi atau penggantinya sebagai karbohidrat, ada protein dari lauk pauk, dan ada sayur. Namun, ada sebagian orang ada yang tidak nyaman makan sayur saat sahur, jadi tidak masalah kalau tidak ada sayur,” kata Nurul kepada Mediakom, Senin, 26 April lalu.

Menu sahur untuk tiap orang bisa berbeda-beda. Yang terpenting, kata Nurul, ada komponen karbohidrat dan protein di sana. Menurut Nurul, kalau hanya mengkonsumsi lauk atau protein pada saat sahur, protein tersebut tidak bisa menjadi komponen imunitas karena energinya kurang. Sebaliknya, jika orang hanya mengkonsumsi karbohidrat, tubuhnya akan menjadi lebih mudah lapar. Dengan kata lain, kedua komponen tersebut harus ada.

Nurul juga menyarankan untuk berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis. “Kita seharian beraktivitas. Tubuh kita akan mengalami dehidrasi dan hipoglikemia karena tidak makan selama 12 jam lebih. Jadi, bagi orang yang tidak punya penyakit diabetes, menu berbukanya disarankan dengan sesuatu yang manis, seperti kurma, dan minuman yang ada gulanya. Tapi, kalau orang punya penyakit diabetes sebaiknya minumannya memang tidak mengandung gula,” ujarnya.

Nurul menuturkan bahwa ada penelitian bahwa sebiji buah kurma mengandung kalori yang cukup banyak, yaitu 20-50 kalori. Kurma juga mengandung serat dan mineral seperti kalium yang bisa menggantikan elektrolit tubuh yang hilang saat berpuasa.

Untuk makan malam Nurul menyarankan menu yang mengandung komposisi lengkap. Setelah seharian beraktivitas, tubuh akan kekurangan energi sehingga asupan makanan harus lengkap mengandung karbohidrat, protein, dan sayur. Sayur harus menjadi menu wajib karena selama berpuasa asupan serat juga berkurang dan bisa mengakibatkan sembelit atau sulit buang air besar.

Untuk meningkatkan imunitas tubuh saat berpuasa, Nurul merekomendasikan beberapa jenis makanan. Yang pertama adalah putih telur. Putih telur mengandung asam amino dan proteinnya cukup baik. “Olahan putih telur bisa apa saja. Ia bisa dikukus, digoreng, atau dicampur ke puding. Yang penting matang,” kata dia.

Menurut Nurul, jumlah konsumsi putih telur itu tergantung berapa macam, berapa kali, dan berapa porsi lauk yang dikonsumsi seseorang. Jika dalam satu kali makan ada satu lauk, maka bisa ditambahkan satu atau dua butir putih telur.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *