April 2021Peristiwa

Kemenkes-Bapeten Perpanjang Kerja Sama Penggunaan Nuklir

Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sepakat untuk memperpanjang kerja sama penggunaan nuklir di bidang Kesehatan. Hal tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Bidang Kesehatan.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Prof. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc, Ph.D. di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat, 16 April 2021. 

Dikutip dari website resmi Kemenkes, Budi menyatakan penggunaan nuklir di bidang kesehatan dimanfaatkan untuk diagnostik maupun terapi. Penggunaan untuk diagnostik karena sifatnya bisa menembus sehingga dapat memberikan informasi-informasi yang membantu seorang dokter dalam melakukan diagnosa. Selain itu, nuklir memiliki energi yang terkonsentrasi dan tinggi sehingga dapat dipakai untuk terapi.

“Kita bisa bikin infrastruktur mengenai bagaimana mendesain alatnya, bagaimana mempersiapkan orangnya, bagaimana mengoperasikan alat nya dengan aman karena radiasi itu kan memancarkan keluar. Bagaimana kita juga bisa mengembangkan standar diagnosis baru atau standar treatment yang baru menggunakan teknologi nuklir,” ucapnya.

Sementara itu, Jazi selaku Kepala badan Pengawas Tenaga Nuklir berharap besar kerja sama tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan melalui kegiatan pembinaan, pengawasan, pemanfaatan tenaga nuklir di bidang kesehatan. Karena itu, pihaknya menyambut dengan antusias kerja sama yang telah terjalin sejak 2017 lalu.

“Penandatanganan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara Bapeten dan Kemenkes. Kerjasama ini akan berkontribusi langsung dalam peningkatan keselamatan, keamanan, dan ketentraman bekerja, dan masyarakat dapat menerima manfaat sebesar-besarnya dari pemanfaatan tenaga nuklir di bidang kesehatan,” kata Jazi.

Beberapa ruang lingkup yang disepakati dalam nota kesepahaman ini antara lain meliputi koordinasi pelaksanaan dan pertukaran data dan informasi; penggunaan sarana dan prasarana; pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia; pertukaran kepakaran; harmonisasi penyusunan dan koordinasi penerapan peraturan perundang-undangan; pengembangan kesiapsiagaan dan kedaruratan nuklir; serta bidang lainnya yang disepakati bersama.

Dari ruang lingkup tersebut juga sedang disiapkan implementasi nota kesepahaman berupa kerja sama di bidang interkoneksi aplikasi Bapeten Licensing dan Inspection System (Balis) dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dan Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) milik Kementerian Kesehatan.

Selain itu juga tengah disiapkan kegiatan koordinasi hasil inspeksi, serta kegiatan lainnya seperti pengembangan dan evaluasi data dosis pasien, penanganan limbah radioaktif di RS, peningkatan jumlah fisikawan medik, dan peran serta asosiasi profesi dalam pengawasan tenaga nuklir.

Penulis: Awallokita Mayangsari

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *